Hati-hati, Sanksi Baru Bagi Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Lebih Berat, Jangan Coba-coba Telat Bayar

Jangan Coba-coba Telat Bayar, Ini Sanksi Baru Bagi Penunggak Iuran BPJS Kesehatan, Lebih Berat

Hati-hati, Sanksi Baru Bagi Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Lebih Berat, Jangan Coba-coba Telat Bayar
(Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella)
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

Hasilnya, tingkat kolektabilitas iuran peserta mandiri atau PBPU yang berjumlah 32 juta jiwa hanya sekitar 50 persen.

Ini Lowongan Kerja Terbaru di PT Astra Honda Motor, SMA D3 S1, Cek Syarat & Link Daftar Resmi

Fachmi Idris menekankan pentingnya sanksi bagi peserta yang tidak mau membayar iuran.

Dia mengambil contoh jaminan sosial negara lain seperti Korea Selatan yang sebelumnya kolektabilitas hanya 25 persen menjadi 90 persen ketika menerapkan sanksi untuk kolektabilitas.

Di Korea Selatan, pemerintah diberikan wewenang untuk mengakses rekening peserta jaminan sosial dan langsung menarik besaran iuran dari dana pribadi bila orang itu mampu membayar.

Contoh lain, di salah satu negara Eropa, kepatuhan membayar iuran jaminan sosial menjadi syarat untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi.

Saat ini BPJS Kesehatan juga telah menerapkan sistem autodebet bagi peserta yang baru mendaftar.

Gisel Akhirnya Blak-blakan Ngaku Bersalah setelah 10 Bulan Bercerai: Kita Gak Konsultasi ke Tuhan

Akun bank peserta secara otomatis akan berkurang jumlahnya untuk membayar iuran kepada BPJS Kesehatan.

Namun, sistem autodebet tersebut masih memungkinkan gagal apabila peserta sengaja tidak menyimpan uang di nomor rekening yang didaftarkan lalu membuka akun bank baru.

Oleh karena itu, Fachmi Idris berharap pada regulasi mengenai automasi sanksi yang akan meningkatkan kepatuhan dan kepedulian masyarakat dalam membayar iuran.

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Masyarakat Untung atau “Buntung”?

Halaman
1234
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved