Berita Bangka Selatan

Masalah Stunting di Bangka Selatan, Kadinkes Harap Bantuan Semua Pihak

Ada delapan desa yang mengalami stunting yaitu di antaranya Desa Tepus, Sidoharjo, Pongok, Payung, Serdang, Jelutung II, Gudang dan Sebagin.

Masalah Stunting di Bangka Selatan, Kadinkes Harap Bantuan Semua Pihak
Dokumen Bangka Pos
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi menyayangkan masih ada desa-desa di Bangka Selatan yang nilai prevalensi stuntingnya mencapai 48,8%. Rabu, (9/10/2019)

Dari total 53 desa atau kelurahan yang ada di Bangka Selatan, ada delapan desa yang mengalami stunting yaitu di antaranya Desa Tepus, Sidoharjo, Pongok, Payung, Serdang, Jelutung II, Gudang dan Sebagin.

Supriyadi menyebutkan kemungkinan yang menjadi permasalahan di Desa Sidoharjo sebagai penyandang angka stunting tertinggi di Basel adalah karena pola asuh yang salah.

"Saya berspekulasi permasalahan ini terjadi karena pola asuh orang tua yang tidak maksimal, karena jika kekurangan pangan Desa Sidoharjo merupakan desa yang akses pangan cukup baik di Basel," ujar Supriyadi

Pola asuh yang salah menurut Supriyadi adalah kemungkinan karena orangtua yang menitipkan anaknya karena harus bekerja di sawah dan kurang memperhatikan gizii anaknya.

"Atau bisa saja karena sibuk di sawah sehingga anaknya dititipkan di nenek atau saudaranya," lanjutnya.

Supriyadi kepada bangkapos.com menyebutkan jika permasalahan uni terus dibiarkan maka angka stunting di Basel pasti akan meningkat tajam sehingga perlunya perhatian khusus.

Sebagai upaya untuk mengatasi stunting, Supriyadi menyebutkan pihaknya akan meminta bantuan semua pihak baik perangkat desa, puskesmas maupun aparat kecamatan untuk lakukan pencarian permasalahan melalui by name dan by address.

Dengan pengecekan ini, nantinya anak-anak yang mengalami stunting akan diperiksa, apakah karena infeksi akibat makanan sehingga sakit dan sulit makan.

"Jika salah pola asuh, kami berharap orangtua dapat benar-benar maksimal dalam pengasuhan anak," harapnya

(bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved