NEWS ANALYSIS - Sedimentasi Sungai Rangkui 3 Juta Ton Per Tahun, Perbaikan Tak Cukup 2 Tahun

Pasca jebolnya tanggul Sungai Rangkui tahun 1986 terjadilah perubahan struktur bangunan pencegah banjir.

NEWS ANALYSIS - Sedimentasi Sungai Rangkui 3 Juta Ton Per Tahun, Perbaikan Tak Cukup 2 Tahun
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Fadillah Sabri 

Fadillah Sabri
Dosen Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung serta Kepala BPH STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung

Sungai Rangkui itu sungai yang bersejarah tahun 1930-an. Sudah ada dam yang dibangun zaman Belanda dalam rangka untuk melindungi Kota Pangkalpinang.

Pasca jebolnya tanggul Sungai Rangkui tahun 1986 terjadilah perubahan struktur bangunan pencegah banjir.

Kemudian dibangun Kolam Retensi Kacangpedang. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah banjir dan sumber daya air di Pangkalpinang.

Akan tetapi tidak dirawat dengan baik. Sungai Rangkui masa saat ini mejadi masalah kompleks sebab secara ketekniksungaian itu sudah hampir dikatakan sungai mati.

Hal ini dikarenakan fungsi-fungsi ekologis sungai sudah tidak ada lagi.

Sungai itu ada tiga fungsi meliputi fungsi ekologis, drainase, dan irigasi.

Nah fungsi irigasi tidak berlaku di kita. Fungsi drainase masih, tetapi fungsi ekologis sudah hilang.

Fungsi ekologis sendiri ada ekosistem, lingkungan, dan mahkluk hidup. Kalau sungai seperti itu 20 meter dari bibir sungai tidak boleh ada bangunan.

Sedangkan kalau bicara sedimentasi pada tahun 2014 lalu saya, dan mahasiswa saya pernah melakukan penelitian, sedimentasi itu hampir 3 Juta ton pertahun dari Pintu Air sampai pasar itu.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved