Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Rencana Jangka Pendek dan Panjang Antisipasi Banjir

Pemerintah kota Pangkalpinang menyiapkan beberapa rencana baik itu jangka pendek maupun jangka panjang

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Rencana Jangka Pendek dan Panjang Antisipasi Banjir
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Rapat pembahasan antisipasi banjir di Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (9/10/2019) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah kota Pangkalpinang menyiapkan beberapa rencana baik itu jangka pendek maupun jangka panjang untuk kesiapan musim hujan dan mengatasi banjir di wilayah Pangkalpinang.

Sekretaris Bappeda Pangkalpinang, David, mengatakan, dua sub daerah aliran sungai yang berkontribusi terhadap banjir yakni sub DAS Rangkui dan Pedindang. Untuk itu perlu penanganan di saluran Linggarjati, Kolong Kacang Pedang, saluran Jalan Mentok, Sungai Pedindang dan Kolong Gudang padi juga Teluk Bayur.

"Kalau berdasarkan kajian banjir ditahun 2016 penyebabnya dari hulu yakni pembukaan lahan hutan menjadi kebun, aktivitas tambang, sedimentasi meningkat dan pendangkalan sungai," ungkap David, Rabu (9/10/2019).

Secara umum permasalahan banjir tidak terlepas dari keberadaan dua sub DAS dan satu saluran Linggarjati yang ada di Pangkalpinang. David mengatakan, ketiga aliran tersebut bermuara ke teluk bayur sehingga perlunya peran teluk bayur sebagai pengontrol banjir tersebut. Namun faktanya kondisi teluk bayur pun saat ini sudah mengalami sedimentasi yang cukup tinggi.

Pemerintah membuat rencana jangka pendek diantaranya tiap kelurahan bertanggung jawab atas berfungsinya saluran di wilayah administrasinya. Para pegawai harian lepas BPBD akan dikerahkan untuk membersihkan sedimen dan tempat yang menyumbat di sepanjang drainase.

"Nanti juga akan memanfaatkan ekskavator Dinas PU untuk melakukan normalisasi saluran-saluran yang berpotensi tergenang," kata David.

Pihaknya juga meminta sosialisasikan mengenai kelurahan terjorok maupun terbersih sehingga adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dan limbahnya.

Pada rencana jangka menengah dan panjang, akan menginisiasi revitalisasi dan reboisasi kondisi hulu DAS kepada pemerintah provinsi Babel. Selain itu menyusun sistem terpadu dan rencana aksi pengelolaan DAS terpadu dan rencana aksi pengelolaan DAS Baturusa.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, berharap banjir tidak kembali menggenangi wilayah Pangkalpinang. Kendati demikian pihaknya sudah mempersiapkan untuk penanggulangannya. Molen menuturkan, setiap kecamatan nanti akan dibangun posko penanggulanan banjir.

"Untuk jangka panjang kita mendesain agar Pangkalpinang menjadi kota ramah lingkungan dan tidak terkena banjir lagi," harap Molen.

Dia tidak memungkiri, masalah banjir tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja. Tetapi bersinergi agar permasalahan tersebut dapat mencari solusi, baik pemerintah pusat, provinsi maupun di daerah.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved