Tragis Kisah Bocah 15 Tahun Idav HIV/Aids, Orang Tua Malu, Kurung Anaknya hingga Meninggal

Bocah 15 tahun yang didiagnosis mengidap HIV, menangis ketika dia mengirim pesan dan meminta bantuan karena orang tuanya menguncinya di sebuah ruangan

Tragis Kisah Bocah 15 Tahun Idav HIV/Aids, Orang Tua Malu, Kurung Anaknya hingga Meninggal
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
Anak-anak pengidap HIV/AIDS sedang bermain di rumah singgah Lentera, Solo, Selasa (1/12/2015). 

BANGKAPOS.COM-- Coba direnungkan, bagaimana sikap Anda jika anak Anda pulang ke rumah dan mengaku mengidap terjangkit AIDS atau HIV?

Apakah Anda akan memarahinya? Atau apakah Anda akan merangkulnya dan menyembuhkannya?

Nahas kisah yang dibagikan oleh warganet twitter bernama Arm Ly (@cikly82).

Ia membagikan sebuah kejadian 8 tahun yang lalu tentang seorang anak berusia 15 tahun yang suatu hari pulang ke rumah dan mengaku terjangkit HIV.

Namun hingga akhir hayatnya baru terdengar karena orang tuanya, yang terlalu malu untuk membawanya ke rumah sakit.

 

Apa yang salah jika anak meminta orangtua untuk merawat anaknya di rumah sakit karena terjangkit penyakit?

Namun dikabarkan anak itu justru dikurung di kamar.

Dilansir dari World of Buzz, Arm Ly menulis:

“Bocah 15 tahun yang didiagnosis mengidap HIV, menangis ketika dia mengirim pesan dan meminta bantuan karena orang tuanya menguncinya di sebuah ruangan."

"Kami ingin membantu tetapi tidak bisa mendekat."

"Akhirnya, dia kembali ke sisi Allah."

"Kasus seperti ini adalah alasan mengapa saya masih melakukan apa yang saya bisa lakukan."

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved