Berita Bangka Barat

Antisipasi Persoalan Baru, Ini Langkah Plt RSUD Sejiran Setason Ratno Soppi

Mencuatnya sejumlah persoalan managemen RSUD Sejiran Setason, tak menjadi penghambat dr Ratno Soppi

Antisipasi Persoalan Baru, Ini Langkah Plt RSUD Sejiran Setason Ratno Soppi
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
dr Ratno Soppi resmi menjabat Plt Direktur RSUD sejirab Setaso 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mencuatnya sejumlah persoalan managemen RSUD Sejiran Setason, tak menjadi penghambat dr Ratno Soppi, mengemban amanah sebagai Plt Direktur.

Mulai dari persoalan indikasi pelanggaran pengadaan oksigen konsentrator, temuan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) hingga penyelidikan kasus dugaan korupsi yang saat ini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Bangka Barat, menjadi catatan lika-liku perjalanan RSUD Sejiran Setason.

Bahkan Persoalan tersebut pun membuat Mantan Direktur Utama (Dirut) RSUD Sejiran Setason, drg Yudi Wijaya, Sp.BM yang memilih mengundurkan diri.

Mengantisipasi munculnya persoalan baru, dr Ratno Soppi, telah menyiapkan langkah. Diantaranya dengan menjalin kordinasi dan konsultasi terkait penggunaan dan pengelolaan anggaran.

"Langkah antisipasinya pertama kami harus melakukan kordinasi konsultasi tiap urusan dengan bidang masing-masing. Misal untuk penggunaan serta pengelolaan keuangan konsultasi ke DPKAD," jelas Ratno Soppi.

Menurut Ratno, dasar tertingginya Permendagri 79 Tahun 2018 turunan dari Pemendagri tadi adalah peraturan bupati.  Hal tersebut sedang digodok dan nantinya diserahkan ke OPD terkait.

"Sebetulnya rumah sakit ini murni BLUD. BLUD itu diperkuat peraturan kepala daerah. Bila ada aturan itu, sebenarnya rumah sakit ini enak melangkah. Karena BLUD ini aturan tidak mengikuti peraturan menteri keuangan berbeda dengan APBD," tegas Ratno. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved