Berita Pangkalpinang

Indonesia Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi Dunia

Doni memaparkan Indonesia memiliki 500 gunung berapi, yang 127 di antarnya berstatus gunung berapi aktif. Ada 295 patahan lempeng di darat dan laut.

Indonesia Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi Dunia
bangkapos.com / DEDY Q
Kepala BNPB RI Doni Monardo saat pembukaan pameran Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional 2019 di kawasan Alun-alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang, Jumat (11/10/2019). 

BANGKAPOS.COM. BANGKA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Doni Monardo mengharapkan adanya pameran PRB 2019 ini bisa meningkatkan kemampuan anak negeri untuk meningkatkan kapasitas di bidang riset teknologi kebencanaan. 

Ini ia sampaikan saat pembukaan pameran Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional 2019 di kawasan Alun-alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang, Jumat (11/10/2019).

"Karena negara kita termasuk negara dengan risiko bencana yang tertinggi di dunia," kata Doni.

Doni memaparkan Indonesia memiliki 500 gunung berapi, yang 127 di antarnya berstatus gunung berapi aktif. Kemudian ada 295 patahan lempeng di darat dan laut.

Ada tiga pertemuan subduksi (zona) Indo-Australia, Eurosia, dan Pasifik. "Sehingga negeri kita juga termasuk yang paling subur di dunia karena ada gunung apinya. Berada di ring of fire. Tetapi konsekuensinya, negeri kita memiliki risiko yang tinggi terhadap bencana,"

Dalam 20 tahun terakhir, korban akibat bencana di Indonesia menduduki peringkat dua dunia. Indonesia hanya lebih baik dari Haiti.

Pada tahun lalu, Indonesia menduduki peringkat pertama korban jiwa terbanyak karena sejumlah kejadian pada beberapa daerah di NTB, Sulteng, Selat Sunda, dan sejumlah wilayah di pulau jawa yang banyak tanah longsor. Pameran diharapkan jadi inspirasi semua pihak yang memiliki kepedulian dan kapasitas untuk selalu menemukan inovasi.

"Agar kita dapat mengurangi risiko bencana," katanya.

Terbaru, di Maluku gempa terjadi dan menimbulkan sekitar 40 korban jiwa. Ada juga yang mengalami luka berat, sedang dan ringan, lebih dari 6000 rumah dan ratusan fasum fasos yang rusak. Saat ini juga tengah berlangsung sejumlah kebakaran hutan dan lahan.

"Ini lah yang harus menjadi komitmen kita agar ke depan kita lebih siap menghadapi berbagai macam potensi bencana," ucap Doni.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved