Berita Pangkalpinang

Obat Ranitidin Ditarik BPOM Berpotensi Picu Kanker. Begini Penjelasan Dokter

Badan Pangan, Obat, dan Makanan (BPOM) menarik ranitidin (obat lambung) karena berpotensi memicu kanker.

Obat Ranitidin Ditarik BPOM Berpotensi Picu Kanker. Begini Penjelasan Dokter
Istimewa
dr Hasri Nopianto dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pangan, Obat, dan Makanan (BPOM) menarik ranitidin (obat lambung) karena berpotensi memicu kanker.

Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, dr Hasri Nopianto mengatakan ada informasi terbaru dr US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) tanggal 13 September 2019 peringatan tentang adanya temuan cemaran NNitrosodimethylamine (NDMA) dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin.

"NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia. Dalam rangka kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada tanggal 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA," ungkap dr Hasri kepada bangkapos.com. Jumat,(11/10/2019).

Selain itu, dr Hasri menjelaskan yang berpotensi menyebabkan kanker disebut karsinogenik, bisa dari asap tembakau, pola makan (makanan/minuman kaleng daging merah yg di bakar), dan radiasi (sinar UV).

"Obat alternatif untuk sakit maag ada golongan obat lain seperti antasida, proton pump inhibitor (omperazole), sukralfat, H2 bloker lain seperti cimetidine," ungkap dr Hasri.

dr Hasri menyarankan untuk penderita maag (asam lambung) agar menjaga pola makan seperti makan tepat waktu atau jangan terlambat makan.

Kurangi konsumsi makanan pedas,atau asam, jangan minum obat penghilang nyeri yang bebas dijual di toko sembarangan, konsumsi obat lambung sesuai yang diresepkan dokter dan bila ada keluhan segera konsultasikan ke dokter

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved