Berita Bangka Barat

Peduli Kesehatan Warga, Bupati Markus Minta Komitmen Kades dan BPD Wujudkan Desa ODF

Bupati Bangka Barat, Markus SH, menagih komitmen para kepala desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Bangka Barat

Peduli Kesehatan Warga, Bupati Markus Minta Komitmen Kades dan BPD Wujudkan Desa ODF
Ist
Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyalami salah satu anggota BPD usai dilantik, Jumat (11/10). 

BANGKAPOS.COM--Bupati Bangka Barat, Markus SH, menagih komitmen para kepala desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Bangka Barat untuk mewujudkan desa open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (BABS) di seluruh wilayah Bangka Barat.

Hal ini disampaikan Bupati Markus dalam sambutan saat melantik dan mengambil sumpah 315 orang BPD masa jabatan 2019-2025 dari 47 desa yang berasal dari 5 kecamatan di Babar masing-masing kecamatan Tempilang, kecamatan Kelapa, kecamatan Parittiga, kecamatan Jebus, dan kecamatan Simpang Teritip bertempat di Lapangan Parkir Timur Pemkab Babar, Jumat (11/10) siang.

Bersama sebagian anggota BPD yang dilantik
Markus bersama sebagian anggota BPD yang dilantik (ist)

"Dalam kunjungan ke desa-desa, saya menemukan, masih ada warga kita yang belum punya WC. Sementara Bangka Barat mendapat apresiasi dari pemerintah pusat sebagai Kabupaten sehat. Tolong BPD yang baru dilantik kerja sama Kades untuk bisa mendorong ini di wilayah masing-masing. Ini kan tujuannya untuk semakin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ini kepedulian kita. Saya ingin desa-desa di Bangka Barat semua ODF, bisa tuntas. Saya tantang para Kades yang hadir, mari sama-sama menjadikan desa kita ODF sehingga tidak ada lagi perilaku BAB sembarangan," kata Bupati muda dan inovatif ini.

Bupati Markus menilai, dalam konteks pembangunan, kesehatan menjadi salah satu elemen dasar penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bangka Barat.

"Warga yang sehat ialah modal dasar pembangunan, kekuatan untuk bersaing dengan daerah-daerah lain," tukasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat dr. Hendra mengatakan, saat ini akses jamban sehat di Bangka Barat secara keseluruhan sudah di atas 91 persen.

"Saat ini sudah ada 13 desa di Bangka Barat dengan akses 100 persen bebas perilaku BABS. Sementara desa lain warganya sudah memiliki akses sanitasi layak 80 hingga 99 persen. Tapi secara keseluruhan, akses jamban sehat di Babar sudah sangat baik bahkan mencapai 91,05 persen," jelas dokter Hendra kepada harian ini baru-baru ini.

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved