Berita Pangkalpinang

Ranitidin Masih Beredar di RSUD Depati Hamzah. Tak Semua Jenis Obat Ranitidin Ditarik BPOM

Kepala Instalasi Farmasi RSUD Depati Hamzah Apt Sudarsono mengatakan ada penarikan 5 jenis ranitidin seperti di surat edaran BPOM yang tersebar.

Ranitidin Masih Beredar di RSUD Depati Hamzah. Tak Semua Jenis Obat Ranitidin Ditarik BPOM
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Instalasi Farmasi RSUD Depati Hamzah Apt Sudarsono M.Sc saat menunjukan contoh ranitidin yang tidak tertera dalam surat edaran penarikan BPOM. Jumat, (11/10/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Obat ranitidin ditarik BPOM dikarenakan berpotensi memicu kanker.

Dalam surat edaran Badan Pangan Obat dan Makanan (BPOM) menunjukan 5 jenis ranitidin mengandung NNitrosodimethylamine (NDMA) yang bersifat karsinogenik.

Kepala Instalasi Farmasi RSUD Depati Hamzah Apt Sudarsono mengatakan memang ada penarikan 5 jenis ranitidin seperti di surat edaran BPOM yang tersebar.

"Di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang masih ada, cuma kita sediakan (ranitidin-red) yang tidak termasuk dalam daftar jenis ranitidin yang ditarik pada surat edaran BPOM yang mengandung NDMA. Karena ratinidin ini macam-macam, dan banyak jenis," ungkap Sudarsono saat ditemui bangkapos.com. Jumat, (11/10/2019).

bangkapos.com pun ditunjukan jenis obat ratinidin yang masih aman beredar di RSUD Depati Hamzah tidak tertera dalam surat edaran penarikan BPOM.

Serta diberitahu bagaimana cara mengecek jenis ratinidin yang tertera di surat edaran BPOM. Mulai dari jenis nama ratinidin, pemegang izin edar, dan nomor bets produk yang beredar.

Sudarsono menjelaskan ratinidin tablet atau sirup termasuk daftar obat wajib apotek.

"Memang obat wajib apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh Apoteker. Walau begitu tidak lantas menjadikan ranitidin sebagai obat bebas yang dapat dijual. Obat ini biasanya harus dikarenakan resep dokter sebab jenis obat keras," ungkap Sudarsono.

Sudarsono mengatakan sebenarnya tidak ada masalah ratinidin ditarik, karena masih banyak alternatif obat maag lainnya.

"Apabila pasien kurang nyaman dengan isu ini dapat di konsultasikan dengan dokter untuk pindah ke obat lain. Sebab obat maag itu banyak. Ranitidin hanya salah satu obat saja yang dapat mengatasi maag atau asam lambung," ungkap Sudarsono.

(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved