Berita Bangka Barat

TI Ilegal Disinyalir Sedot Kebutuhan BBM Masyarakat

Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dan Agen Penyalur Minyak Solar (AMPS) selektif dalam mendistribusikan BBM.

TI Ilegal Disinyalir Sedot Kebutuhan BBM Masyarakat
bangkapos.com/Anthoni Ramli
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Bangka Barat, Muhamad Zakaria 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Bangka Barat, Muhamad Zakaria, meminta pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dan Agen Penyalur Minyak Solar (AMPS) selektif dalam mendistribusikan BBM.

Terutama pendistribusian BBM jenis solar bagi para nelayan di Kabupaten Bangka Barat, sebab dalam hal ini, DKUP memiliki kewenangan mengawasi proses pendistribusian quota BBM tersebut.

Untuk itu, pendistribusian harus disertakan kartu identitas dan kartu nelayan yang dikeluarkan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bangka Barat.

"Nanti yang ngambil ternyata bukan nelayan. Makanya Harus akurat sasarannya kalau ada penyimpangan bukan ranah kami. Ya untuk di kundi, jadi nelayan harus untuk nelayan," tegas Zakaria, Jumat (11/10/2019)

Terlebih Zakaria mensinyalir, kebutuhan BBM subsidi tersebut justru dialihkan  untuk Tambang Inkonvensional (TI) ilegal.

"Biasanya kebutuhan itu diambil dari Ti-TI  (Tambang Inkonvensional--red) ilegal dari SPBU dan transportasi. TI itu tidak boleh dapat subsidi. Karena sifatnya ilegal, Pertamina tidak mau memberikan,"  ungkap Zakaria. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved