Tak Hanya Dicopot, Dandim Kendari Juga Ditahan Akibat Komentar Istri Soal Wiranto di Dunia Maya

Hukuman itu membuat Kolonel HS hanya 1,5 bulan menyandang jabatan sebagai pejabat tertinggi Kodim 1417/Kendari.

Tak Hanya Dicopot, Dandim Kendari Juga Ditahan Akibat Komentar Istri Soal Wiranto di Dunia Maya
Istimewa/web
Posisi pelaku sebelum aksi penusukan terjadi kepada Menkopolhukam Wiranto di Alun-Alun Mens, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). 

BANGKAPOS.COM - Dandim atau Komandan Kodim Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi (HS) dicopot dari jabatannya akibat unggahan istri di media sosial Facebook.

Pencopotan itu disampaikan KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019) sore, ditayangkan langsung Kompas TV.

Sanksi ini dijatuhkan karena istri yang bersangkutan mengunggah status nyinyir terhadap peristiwa penusukan Menkopulhukam Wiranto di Pandeglang.

Hukuman itu membuat Kolonel HS hanya 1,5 bulan menyandang jabatan sebagai pejabat tertinggi Kodim 1417/Kendari.

Dia baru mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat lama Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya di Makorem 143/Ho Kendari pada 19 Agustus 2019.

Sebelumnya, Kolonel HS menjabat Atase Pertahanan RI di Moskow.

Jabatan Dandim Kendari dijabat perwira menengah berpangkat kolonel karena Kodim Kendari mengalami kenaikan status.

Kodim Kendari termasuk satu dari 36 Kodim yang mengalami kenaikan status di sejumlah wilayah sesuai Peraturan Panglima TNI No 6 Tahun 2019 tentang Peningkatan Status Komando Distrik Militer tipe B menjadi Tipe A.

//

Tak hanya dicopot dari jabatan Dandim, Kolonel HS juga ditahan selama 14 hari.

"Sehingga konsekuensinya kepada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya."

"Dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari, penahanan ringan selama 14 hari," jelas Jenderal Andika.

Proses hukum juga akan diberlakukan kepada istrinya melalui jalur peradilan umum.

Sang istri diduga melanggar UU ITE sehingga akan diproses hukum melalui peradilan umum.

Andika tegas menyatakan suami melanggar UU No 25/2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sebelumnya, status nyinyir yang dibuat istri Dandim Kendari berinisial IZN viral di media sosial, terutama Facebook.

"Jangan cemen pak,...Kejadianmu tidak sebanding dgn berjuta nyawa yg melayang," demikian bunyi status tersebut.

ini postingan istri dandim kendari yang berakibat sang suami dicopot.
ini postingan istri dandim kendari yang berakibat sang suami dicopot. (Capture Twitter)

Meski tidak menulis nama Wiranto, status ini naik pada hari yang sama dengan penyerangannya.

Satu komentar yang mengungkit status pemilik akun sebagai istri Dandim Kendari ditanggapi reaktif oleh yang bersangkutan.

Sejumlah komentar lain juga mempertanyakan alasan pemilik akun membuat status nyinyir.

 

 

Ini postingan istri dandim kendari yang berakibat sang suami dicopot
Ini postingan istri dandim kendari yang berakibat sang suami dicopot (Capture Twitter)

Dilihat Tribunjateng.com, akun tersebut sudah tidak ada di Facebook.

Kondisi Wiranto

Mantan Menteri Perindustrian periode 2014-2016, Saleh Husin menuturkan kondisi Wiranto.

Diungkapkannya hal itu seusai dirinya menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

"Kami masuk dan melihat kondisi Pak Wiranto yang lagi terbaring lemas dan kami ajak bicara tetapi bicara beliau masih sangat pelan, mungkin masih kesakitan," ujar Saleh.

Saleh bercerita dia sempat berbincang dengan dokter jaga.

Menurut informasi dari dokter itu, pada Kamis (10/10/2019) malam, Wiranto telah menjalani operasi usus.

Operasi di bagian usus dilakukan pasca Wiranto tertusuk benda tajam saat kunjungan di Pandegelang, Banten.

Ia lantas berdoa agar Wiranto bisa segera pulih.

"Ya kami doakan agar Pak Wiranto lekas sembuh dan pulih kembali," kata Saleh.

Dijelaskan pula oleh Tenaga Ahli Menkopolhukam Agus Ziani, bahwa usus Wiranto dipotong 40 centimeter karena terluka.

"Setibanya di RSPAD, langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 cm," ungkap Agus melalui keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).

Meski demikian, Wiranto masih harus menjalani perawatan intensif.

"Alhamdulillah, pasca-operasi kondisi Wiranto membaik, meski tetap harus menjalani perawatan. Ia percaya, bahwa Tuhan sebaik-baiknya tempat bersandar. Semoga Allah SWT tetap mencurahkan kasih sayang-Nya," lanjut dia.

 Video Detik-detik Wiranto Ditusuk

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengalami penusukan oleh orang tak dikenal pada Kamis (10/10/2019).

Wiranto ditusuk saat berada di pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Detik-detik Wiranto ditusuk juga terekam oleh sejumlah kamera warga yang berada di lokasi.

Mulanya tampak Wiranto turun dari mobil untuk menuju tempat naik helikopter untuk pulang ke Jakarta pukul 11.50 WIB.

Wiranto terlihat menggunakan batik hijau bercorak dengan celana hitam.

Tepat setelah keluar dari mobil, tiba-tiba seorang lelaki dari arah belakang berinisial SA menusuk Wiranto memakai saenjata tajam berupa gunting secara membabi buta.

Seketika itu Wiranto tersungkur ke arah depan dan terjatuh.

Wiranto segera dilarikan ke Klinik Menes Medical Center, Menes, Pandeglang untuk mendapat pertolongan.

Sementara pelaku langsung dilumpuhkan oleh sejumlah orang yang mengawal Wiranto.

Terdengar riuh jeritan sejumlah warga dalam video tersebut.

"Ih Allahu Akbar," jerit seorang wanita dalam video tersebut.

"Astaghfirullah," jerit seorang lainnya.

Suasana langsung ricuh dengan kepanikan.

Pelaku yang awalnya tak dikenal ini segera dilumpuhkan oleh polisi di depan warga yang berkerumun.

Pelaku lantas ditangkap dan dibawa ke Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.

Tak hanya satu pelaku, ternyata ada pelaku lainnya yang merupakan seorang wanita berinisial FA.

Dalam peristiwa ini ada dua pelaku dan tiga orang korban.

Korban yakni Wiranto luka tusuk bagian perut, Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto luka di bagian Punggung, Fuad dengan luka dada sebelah kiri atas.

Wiranto yang mulanya di Klinik Menes Medical Center kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang pukul 12.00 WIB.'

(TribunJateng/Abduh Imanulhaq/TribunWow.com)

Berita ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Tak Hanya Dicopot Jenderal Andika, Dandim Kendari Juga Ditahan akibat Komentar Istri soal Wiranto

Editor: ediyusmanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved