Jadi Negara Pertama Larang Iklan Minuman Manis, Singapura Ternyata Miliki Alasan Ini, Indonesia?

Saat konsumsi minum minuman manis ditingkatkan lebih dari setengah porsi per harinya, dalam waktu 4 tahun, risiko diabetes tipe 2 meningkat 16 Persen

Jadi Negara Pertama Larang Iklan Minuman Manis, Singapura Ternyata Miliki Alasan Ini, Indonesia?
(shutterstock)
ilustrasi minuman bersoda(shutterstock) 

BANGKAPOS.COM – Singapura secara resmi mengeluarkan larangan iklan minuman manis dalam kemasan. Ini dilakukan sebagai upaya memerangi penyakit diabetes.

Larangan iklan minuman manis berlaku untuk seluruh platform media massa dan portal online seperti televisi, internet, surat kabar, radio, dan iklan luar ruangan.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, label nutrisi juga akan ditempatkan pada kemasan minuman manis.

Label bertuliskan "Tidak Sehat" akan dicantumkan pada minuman dengan kadar gula sedang hingga tinggi.

Minuman manis memang diketahui punya dampak bagi kesehatan seseorang.

Berbagai penelitian menunjukkan, mengurangi penggunaan minuman manis bisa berpengaruh baik kepada kesehatan seseorang.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Perawatan Diabetes yang dilansir oleh Time, mengurangi minuman bersoda maupun minum tanpa pemanis terbukti membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 10 persen.

Sementara, saat konsumsi minum minuman manis ditingkatkan lebih dari setengah porsi per harinya, selama peiode tertentu dalam waktu empat tahun, risiko diabetes tipe 2 juga terbukti meningkat sebesar 16 persen.

Penelitian tersebut didasarkan pada data diet yang dihimpun dari sekitar 160.000 wanita yang berpartisipasi di sebuah studi versi Studi Kesehatan perawat dan hampir 35.000 pria dalam studi Tindak lanjut Profesional Kesehatan.

Mereka menyelesaikan survei tersebut selama empat hingga 26 tahun dengan memberi peneliti informasi secara keseluruhan tentang kesehatan dan gaya hidup termasuk data apakah mereka menderita diabetes tipe 2.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved