HORIZZON

Pesan dari Batu Besi

Satu pohon yang dibiarkan tersebut menunjukkan komitmen PT Timah terhadap konservasi lingkungan dan perencanaan reklamasi pascatambangan

Pesan dari Batu Besi
BangkaPos
BATU BESI - Pemimpin Redaksi Bangka Pos Grup saat melihat langsung tambang terbuka Batu Besi, Belitung Timur, Kamis (10/10/2019). Tambang ini dikelo langsung oleh PT Timah. 

MENUNGGU adalah pekerjaan yang paling tidak mengenakkan. Dan itulah yang terjadi ketika saya dan sejumlah jurnalis, tepatnya sejumlah pimpinan media di Bangka Belitung berada di kawasan tambang terbuka Batu Besi, Belitung Timur, Kamis (10/10) siang.

Lebih dari 2 jam mungkin saya harus menunggu rombongan lain untuk bisa melihat langsung proses penambangan yang dikelola langsung oleh PT Timah ini. Acara kunjungan ke Batu Besi ini memang inisiatif dari PT Timah.

Ada 10 orang dilibatkan dalam acara yang dilabeli dengan Gathering ke Belitung ini. Namun karena alasan teknis, rombongan terpaksa di bagi dua. Dan kebetulan saya ikut di dalam rombongan pertama yang terpaksa harus menunggu di area masuk kawasan penambangan. Usai memperoleh penjelasan tentang protap sekaligus strandar keamanan memasuki tambang, kami berksempatan untuk diskusi panjang lebar dengan Kepala Unit Penambangan Timah Primer, Dananggoro W.

Diskusi ini sebenarnya kami lakukan untuk membuang kejenuhan lantaran harus menunggu rombongan kedua yang “dengan tega” mampir ke warung kopi dan akhirnya tersesat hingga kami harus menunggu cukup lama.

Diskusi “basa-basi” ini diawali dengn bagaimana komitmen PT Timah mengelola kawasan ini dengan konsep good mining practice. Dan karena sejak awal dimaksudkan untuk membuang waktu, diskusi ini seperti terkesan juga dangkal.

Selain berbicara tentang hal-hal teknis dalam sistem penambangan terbuka, kami pun banyak bercerita tentang hal lain, termask suka-duka pekerja tambang. Tak sedikit, kami juga selingi dengan bercanda dan saling melemparkan joke.

Batu Besi merupakan kawasan tambang yang memiliki luasan 600 hektar lebih. Kawasan tersebut terbagi dalam 5 zona dan yang saat ini beroperasi adalah di zona 3. Di kawasan ini, nantinya akan mampu menghasilkan seribu ton per tahun dengan kandungan di zona tersebut bisa dieksplorasi hingga 20 tahun kedepan.

Danang mengakui, Good mining practice yang diterapkan di unit ini memang sekilas tampak berbiaya mahal. Namun jika diskusi mengarah pada keberlanjutan produksi, terencana serta menerapkan teknologi yang efektifitas dan efisiensi, pola penambangan ini justru sangat ekonomis. Apalagi PT Timah juga memastikan melaksanakan konservasi perencanaan reklamsi, dan keselamatan kerja, maka ini adalah contoh nyata penambangan yang efektif.

Lagi-lagi masih sambil menunggu kawan lain yang tersesat, saya kemudian memandang jauh ke area tambang. Sebagai kawasan tambang timah, tidak salah jika banyak gundukan tanah merah tanpa tumbuhan, meski beberapa blok juga tampak rerimbunan pepohonan sengaja dibiarkan asri di tengah kawasan tersebut.

Pandangan mata saya kemudian tersita tak jauh dari tempat kami duduk. Saya melihat sebuah pohon dengan diameter sekira 20 sentimeter dibiarkan tumbuh di antara gundukan tanah kering. Entah mengapa, dari batang pohon ini membuat saya yang awalnya agak ragu dengan yang kami diskusikan, menjadi sedikit optimis.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved