Upaya Penguruangan Risiko Bencana di Bangka Belitung Diakui Masih Perlu Ditingkatkan

Upaya pengurangan risiko bencana di Kepulauan Bangka Belitung masih perlu ditingkatkan. Hal ini diakui oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar)

Upaya Penguruangan Risiko Bencana di Bangka Belitung Diakui Masih Perlu Ditingkatkan
bangkapos.com/dedy qurniawan
Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa 

Upaya Penguruangan Risiko Bencana di Bangka Belitung Diakui Masih Perlu Ditingkatkan

BANGKAPOS.COM - Upaya pengurangan risiko bencana di Kepulauan Bangka Belitung masih perlu ditingkatkan. Hal ini diakui oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung Mikron Antariksa saat dikonfirmasi mengenai upaya mutakhir Babel menyikapi sepuluh poin rekomendasi yang dirumuskan pada bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional 2019 di Novotel Hotel, Bangka Tengah, Minggu (13/10/2019)

Kelembagaan BPBD, sarana prasarana (Sarpras), dan dukungan anggaran adalah sejumlah poin yang diakui Mikron masih belum memadai.

Dia menjelaskan, UU nompr 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan, instansi yang berwenang menanggulangi bencana adalah BNPB di pusat, dan BPBD di daerah.

Di Babel, Bangka Selatan misalnya, perangkat daerah BPBD tingkat kabupaten bahkan belum terbentuk atau berdiri sendiri.

Pada 2020, rancangan peraturan daerah (raperda) untuk pembentukan BPBD di Basel baru akan diajukan ke DPRD Basel.

"Ini kami dorong. Basel itu luas wilayahnya. Mereka terluas kedua setelah Kabupaten Bangka. Kalau kondisi seperti ini, Basel terjadi bencana maka respons time-nya akan lama. Sedangkan masyarakat butuh bantuan segera," ucap Mikron kepada Bangka Pos.

Mikron juga mengakui sarana dan prasarana PRB di Babel belum memadai. Di beberapa kabupaten kota bahkan ada BPBD yang belum memiliki sarpras.

Secara umum, Mikron juga mengakui, dukungan anggaran masih kurang. Anggaran yang terbatas baru tersedia untuk penanggulangan ketika terjadi bencana.

Sementara fase siaga dan pencegahan bencana belum mendapat dukungan penganggaran yang mumpuni. Keterbatasan sejumlah hal ini berakibat pada bantuan penanggulangan yang kerap terlambat.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved