Bangka Belitung Terima 4 WBTB, Salah Satunya Pentiaw Ubi Asal Bangka Barat

Salah satu penghargaan sertifikat WBTB yang diterima adalah untuk Karya Budaya Pentiaw Ubi asal Bangka Barat

Bangka Belitung Terima 4 WBTB, Salah Satunya Pentiaw Ubi Asal Bangka Barat
DOK. BANGKAPOS.COM
ILUSTRASI PENTIAW 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan empat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan diterima oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah pada rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) di Istora Senayan Jakarta, 1-13 Oktober 2019 kemarin.

Dalam rilis Anton Kibar selaku Staf Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung (Disbudpar Babel) kepada Bangkapos.com, Senin (14/09/2019) disebutkan salah satu penghargaan sertifikat WBTB yang diterima adalah untuk Karya Budaya Pentiaw Ubi asal Bangka Barat dengan domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional asal Babel.

Sedangkan tiga lainnya dari Belitung Timur, yakni untuk Karya Budaya Nirok Nangok domain tradisi dan ekspresi lisan, Karya Budaya Lesong Ketintong domain adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan-perayaan, dan terakhir Karya Budaya Gangan Buntal Darat domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional.

Kepala Disbudpar Babel, Drs Rivai mengatakan pada ajang PKN 2019 pihaknya juga mengirimkan kontingen untuk mengikuti beberapa kegiatan sekaligus mewakili Provinsi Kepulauan Babel

"Kontingen yang dikirim antara lain, tim pameran dengan menampilkan empat cagar budaya serta 31 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Babel yang sudah mendapat sertifikat dari Kemendikbud bahwa itu kekayaan daerah Babel," ujar Rivai dalam rilis.

Selain pameran, Disbudpar Babel juga mengirim tim Tari Pesona Jalur Rempah dari Sanggar Kembang Rampai Belitung Timur, Tari Tajau dari Sanggar Ketakung Merah Bangka Tengah, Dul Muluk Dibunyi Antu dari Sanggar Cikar Sinar Gemala Pangkalpinang, dan Tari Sepetek dari Sanggar Dharma Habangka Bangka Selatan.

"Untuk lomba permainan rakyat, kita mengirim tim dari Belitung untuk ikut lomba Terompah, Enggrang, dan Hadang. Sedangkan dari Kabupaten Bangka mengikuti lomba Lari Balok. Total perserta berjumlah 25 orang," jelas Rivai.

Menurut Rivai, kepedulian pemerintah provinsi, kabupaten dan kota tentang kebudayaan inilah yang membuat Babel bisa mencapai nilai di atas angka nasional dalam hal Indeks Pembangunan Kebudayaan Tahun 2018.

Dalam rilis juga disebutkan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengirimkan 10 pelajar putra/putri untuk mengikuti PKN.

Sebanyak 10 pelajar yang dikirim merupakan perwakilan dari SMA/K se Babel yang terjaring dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2019.

Pementasan kontingen pelajar dari Babel itu dilaksanakan pada Hari Minggu (13/10), sekaligus penutupan kegiatan PKN.

"Lima putra menarikan tari asal daerah Papua, sedangkan lima putri menarikan Tari Pakarena dari Sulawesi Selaatan. Mereka bergabung dengan daerah lain menarikan tarian itu menjadi tari kolosal," sebut Pendamping Tim Tari, Setiawan dan Widia.

Penulis: Herru W
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved