Berita Pangkalpinang

Hanya Segelintir Perusahaan yang Datang Rapat Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis

Rapat ini menindaklanjuti instruksi Gubernur untuk Gerakan Penghijauan Babel menghadapi musim penghujan.

Hanya Segelintir Perusahaan yang Datang Rapat Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis
bangkapos.com/dedy qurniawan
Kepala Dishut Babel Marwan 

BANGKAPOS.COM--Kepala Dinas Kehutanan Kepulauan Bangka Belitung Marwan mengatakan, pihaknya mengundang seluruh perusahaan logam dan non logam untuk mengikuti rapat kesiapan penanaman rehabilititasi hutan dan lahan kritis, Senin (14/10/2019). Rapat ini menindaklanjuti instruksi Gubernur untuk Gerakan Penghijauan Babel menghadapi musim penghujan.

Pantauan Bangka Pos, dari 170 perusahaan yang diundang, hanya segelintir perusahaan saja yang datang. Marwan menyebut, ada 30-an perusahaan yang hadir di dalam rapat.

"Ini karena satu perusahaan ada yang memiliki dua sampai tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP)," kata Marwan, Senin (14/10/2019).

Marwan mengatakan, perusahaan diminta menyisihkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk penanaman hutan dan lahan kritis di Babel. Polanya, perusahaan diminta ikut berkontribusi dalam penanaman menyesuaikan dengan jumlah luasan IUP mereka.

"Sesuai dengan luas IUP. Mereka akan bahas lagi dengan owner-nya, silakan, berapa sanggupnya. Yang penting ada sumbangan CSR-nya untuk penghijauan," ucap Marwan.

Dari 170 perusahaan di Babel, Marwan memproyeksikan kawasan hutan dan lahan yang dapat diperbaiki mencapai 610 hektare. Dinas Kehutanan akan memberikan pendampingan selama program penghijauan dilakukan.

"Kalau ini disepakati, ini luar biasa. Kami minta tahun pertama mereka menanam, tahun kedua pemeliharaan. Kalau ini berjalan, pengijauan ini menyumbangkan 610 hektare, tahun berikutnya kami akan cari lagi cara penghijauan lainnya,"katanya.

Data Dinas Kehutanan, 200 ribu hektare dari 600 ribu hektare (1/3) kawasan hutan di Babel dalam kondisi kritis. Marwan mengatakan, upaya perbaikan juga harus diikuti dengan penegakkan hukum terhadap aktivitas ilegal yang berdampak pada semakin rusaknya kawasan hutan dan lahan di Babel. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved