Berita Pangkalpinang

Mohon Doa, Butuh Rp 6 Miliar Pembangunan Masjid Syuhada Pangkalpinang

Pembangunan masjid ini dimulai dengan simbol peletakan batu pertama oleh wali kota Pangkalpinang, Senin (14/10/2019).

Mohon Doa, Butuh Rp 6 Miliar Pembangunan Masjid Syuhada Pangkalpinang
Bangkapos/irakurniati
Ketua panitia pembangunan masjid Syuhada, Arkani 

BANGKAPOS.COM - Dulunya hanya memuat 100 jamaah, masjid Syuhada Kelurahan Pasir putih, Kecamatan Bukit Intan yang baru memulai proses pembangunan dapat memuat kapasitas sekitar 400 jamaah. Pembangunan masjid ini dimulai dengan simbol peletakan batu pertama oleh wali kota Pangkalpinang, Senin (14/10/2019).

Ketua panitia pembangunan masjid, Arkani, mengatakan, rencana pembangunan sudah dimulai sejak 2013 lalu, namun baru bisa terealisasi ditahun 2019.

Masjid yang menempati lahan milik pemerintah kota Pangkalpinang ini membutuhkan dana pembangunan sebesar Rp 6 Miliar, karena proses penimbunan dan pengeboran yang membutuhkan biaya cukup besar. Sedangkan dana yang terkumpul baru sekitar Rp 500 juta.

"target selesainya tidak ada. Dana segitu dan yang dibutuhkan Rp 6 miliar jadi nunggu sampai bisa terkumpul untuk rampung penyelesaiannya, mohon doa saja," ujar Arkani kepada Bangka Pos.

Bantuan dana yang diberikan dari pemerintah provinsi Bangka belitung sebesar Rp 150 juta, pemerintah kota Pangkalpinang sekitar Rp 227 juta, Kementerian agama Rp 50 juta dan bantuan donatur lainnya.

"masih banyak sekali yang kurang. Dana yang terkumpul ini kami gunakan untuk bangun fondasinya dulu," kata Arkani.

Masjid Syuhada dulunya terletak tidak jauh dari lokasi yang dibangun saat ini. Kapastitas tempat ibadah itu pun tidak cukup menampung jamaah ketika salat jumat maupun salat ied.

"kalau salat Jumat dia sudah meluber sampai ke depan. Begitu pun salat ied. Untuk itu kami mengajukan proposal dana untuk pembangunan yang lebih cukup menampung jamaah," sambungnya.

Masjid ini akan dibangun dua lantai dan dibuat tidak memiliki teras atau beranda. Bisa juga, masjid Syuhada dipakai untuk acara majelis taklim maupun kegiatan keagamaan lainnya. Sedangkan bangunan masjid yang lama akan diperuntukkan sebagai tempat TPA (tempat pembelajaran Al-Quran) bagi anak-anak warga setempat.

(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved