Berita Pangkalpinang

Pasien Peserta BPJS yang Berobat ke RS Bhakti Wara Didominasi BPJS Iuran Mandiri

Pasien peserta BPJS yang berobat kerumah sakit bhakti wara didominasi oleh pasien peserta BPJS iuran mandiri

Pasien Peserta BPJS yang Berobat ke RS Bhakti Wara Didominasi BPJS Iuran Mandiri
Bangkapos/Ferdi Aditiawan
Wahyu Efendi, Humas Rumah Sakit Katolik Bhakti Wara, Kota Pangkalpinang 

BANGKA POS.COM, BANGKA--Humas rumah sakit Katolik Bhakti Wara Kota Pangkalpinang Wahyu Efendi mengatakan, pasien peserta BPJS yang berobat ke rumah sakit bhakti wara didominasi oleh pasien peserta BPJS iuran mandiri

"Ya sekitar 75% pasien yang berobat ke rumah sakit bhakti wara ini kebanyakan pasien BPJS iuran mandiri, ada juga yang pasien BPJS penerima bantuan iuran (PBI) akan tetapi tidak banyak. Untuk data lengkapnya tidak ada karena pasien peserta BPJS untuk di rumah sakit bhakti wara disamakan semua," kata Wahyu Efendi saat ditemui bangka pos, Senin (14/10/2019) di ruang kerjanya

Wahyu Efendi menuturkan pihak rumah sakit bhakti wara memberikan pelayanan kepada peserta bpjs itu sama dan tidak dibeda-bedakan.

"Di rumah sakit Bhakti Wara ini untuk untuk pelayanan bagi pasien peserta BPJS baik yang BPJS penerima bantuan iuran (PBI) atau BPJS iuran mandiri itu diberikan pelayanan yang sama dan tidak dibedakan, termasuk kelas, karena kita di sini tidak membatasi kelas. Cuma sesuai dengan ketentuan bpjs pasien yang termasuk dalam peserta bpjs iurannya sampai kelas 1, jadi cuma bisa naik satu tingkat yaitu VIP," jelas Wahyu Efendi.

Wahyu efendi menambahkan untuk pemberian obat bagi pasien peserta bpjs baik yang PBI maupun iuran mandiri pun sama.

"Ini sesuai dengan ketentuan dari bpjs terkait pemberian obat bagi peserta bpjs yang tercantum dalam formulari nasional. Jadi rumah sakit harus menyediakan obat yang tercantum dalam formulari nasional, jadi semuanya sama dan tidak dibedakan," ujar Wahyu Efendi.

Ketika ditanya masalah rencana pemerintah yang akan memberikan sanksi bagi pasien peserta bpjs iuran mandiri, Wahyu Efendi menjawab ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan rumah sakit itu ada kebijakannya dipemerintah

"Ini tidak hubungannya sama sekali dengan rumah sakit karena ini lebih kepihak atau pengguna bpjs itu sendiri. Karena untuk pihak rumah sakit selebihnya tentang mereka yang tidak membayar iuran atau semacamnya itu sanksi ada dimereka, untuk di rumah sakit bhakti wara sendiri apabila peserta menunggak iuran kita kasih waktu untuk mengurusnya 3 kali 24 jam, apabila dalam waktu yang ditentukan ini pasien peserta bpjs tidak bisa menyelesaikan maka mereka akan ditarik sebagai pasien umum karena ini memang sudah kerja sama pihak bpjs dengan rumah sakit," jelas Wahyu Efendi. (Cr3)

(Bangkapos/Ferdi Aditiawan)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved