Berita Sungailiat

Sembilan Desa di Kabupaten Bangka akan Melaksanakan Pesta Demokrasi Pilkades Serentak

Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak akan dilaksanakan pada 3 November 2019 mendatang.

Sembilan Desa di Kabupaten Bangka akan Melaksanakan Pesta Demokrasi Pilkades Serentak
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka, Arman Agus 

ANGKAPOS.COM-- Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak akan dilaksanakan pada 3 November 2019 mendatang. Sebanyak sembilan desa di Kabupaten Bangka akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala desa untuk masa jabatan enam tahun mendatang.

Sembilan desa yang melaksanakan pilkades serentak tersebut yakni Desa Jurung, Desa Kimak, Desa Air Anyir Desa Kace Timur, Desa Petaling Banjar, Desa Riding Panjang,Desa Air Duren, Desa Air Ruai, dan Desa Mapur.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka, Arman Agus mengatakan, saat ini telah memasuki tahapan kampanye setelah sebelumnya dilaksanakan penentuan nomor urut masing-masing calon kades.

"Diawali dengan seleksi calon kades yang calonnya harus maksimal lima orang, kemarin ada paling banyak tujuh calon, dilakukan seleksi tertulis dan wawancara, agar tersisa lima, sudah kita seleksi untuk dijadikan lima, mereka ada di Desa Air Duren Kecamatan Pemali, Riding Panjang Kecamatan Belinyu, Mapur Kecamatan Riau Silip, Kace Timur Kecamatan Mendo Barat, dan Kimak Kecamatan Merawang," jelas Arman kepada bangkapos.com, Senin (14/10/2019).

Menurutnya,  sekarang semua calon telah mendapatkan masing-masing nomor urut dan melaksanakan masa kampanye untuk meyakinkan masyarakat desa agar bisa memilih mereka pada pemilihan kepala desa serentak nantinya.

"Untuk masa kampanye akan dilaksanakan pada 17 Oktober ini sampai akhir bulan nanti, selanjutnya tahapan minggu tenang persiapan panitia terhadap kebutuhan pilkadesnya, baik itu bilik suara alat untuk mencoblos dan lain sebagainya,"ungkapnya.

Pada proses pencoblosan nantinya, kata Arman, penghitungan suara akan dilaksanakan pada hari itu juga, termasuk panitia juga menunggu sanggahan terhadap permasalahan yang terjadi selama dua hari.

"Diberikan waktu dua hari bila ada sanggahan tidak terima terhadap hasil penghitungan atau hal lainya, kalau tidak panitia melapor keputusan untuk dibuatkan Surat Keterangan (SK) bersama untuk disampaikan ke bupati agar dilakukan pelantikan nantinya," jelas Arman. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved