Berita Bangka Selatan

Pembangunan Dermaga PT SNS di Desa Penutuk Dikecam, Begini Tanggapan Kepala Desa

Penolakan ini dilakukan karena pembangunan dermaga telah merusak lingkungan pesisir Desa Penutuk.

Pembangunan Dermaga PT SNS di Desa Penutuk Dikecam, Begini Tanggapan Kepala Desa
istimewa
Penampakan Pembangunan Dermaga PT SNS di Desa Penutuk 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pembangunan dermaga PT SNS (Capela Group) di Desa Penutuk, Bangka Selatan tuai penolakan secara keras oleh masyarakat karena rambah kawasan hutan bakau dan resahkan aktivitas nelayan.

Kabarnya sebagian lokasi yang dijadikan titik pembangunan dermaga oleh PT SNS merupakan wilayah yang bukan merupakan bagian Hak Guna Usaha PT SNS.

Aksi penolakan ini disampaikan Kepala Desa Penutuk, Safarudin dilakukan tak hanya oleh pihaknya di pemerintahan desa, namun hampir seluruh masyarakat Desa Penutuk.

Ketika dikonfirmasi melalui panggilan telepon pada Selasa Sore, (15/10/2019) Safarudin yang mewakili masyarakat Desa Penutuk menyebutkan penolakan ini dilakukan karena pembangunan dermaga telah merusak lingkungan pesisir Desa Penutuk.

Tak hanya itu, pembangunan itu juga berlokasi di luar HGU serta merambah kawasan mangrove yang bertujuan melindungi abrasi laut.

"Beberapa permasalahannya adalah karena lokasi pembangunan dermaga ini di luar HGU dan dermaga ini dekat dengan wilayah tangkap nelayan yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas melaut," beber Safarudin.

Sebagai tindak lanjut penolakan ini, Safarudin menyebutkan pihaknya telah melakukan pelaporan kepada dinas terkait agar benar-benar mengetahui kondisi yang terjadi di Desa Penutuk.

"Permasalahan ini telah kami sampaikan kepada Pemda Bangka Selatan dan menurut penglihatan mereka (Dinas Lingkungan Hidup-red). Pembangunan dermaga tersebut telah melanggar karena tidak dilengkapi perizinan," lanjutnya.

Pemerintah Desa Penutuk meminta PT SNS untuk menghentikan aktivitas pembangunan dermaga tersebut atau akan selalu menjadi target penolakan warga.

Sementara itu, pihak PT SNS (Capela Group) ketika berupaya dikonfirmasikan bangkapos.com melalui panggilan telepon tak menjawab panggilan telepon dan tak memberikan respon.

(bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved