Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel akan Keluarkan Kartu Kendali Solar Subsidi, Pelanggar Terancam Kena Sanksi

Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pertamina akan mengeluarkan kebijakan kartu kendali

Pemprov Babel akan Keluarkan Kartu Kendali Solar Subsidi, Pelanggar Terancam Kena Sanksi
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pertamina akan mengeluarkan kebijakan kartu kendali BBM subsidi jenis solar. Penerapan kebijakan akan menggandeng BRI untuk penyediaan kartunya.

Nantinya, kartu kendali juga akan berfungsi sebagai kartu yang serupa dengan kartu debit untuk membayar pembelian solar.

"Ini akan mempermudah petugas, dan Pertamina, serta memperlancar mobil-mobil saat antre," kata
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman, Selasa (14/10/2019).

Dia mengatakan, penggunaan kartu ini juga bertujuan membatasi penggunaan solar subsidi agar tidak disalahgunakan. Diduga solar subsidi kerap disalahgunakan untuk tambang illegal.

"Truk akan kami tentukan nanti, hanya boleh membeli 70 liter per hari, dan mobil-mobil kecil itu sekitar 25 liter per hari. Mereka hanya boleh membeli dengan kartu yang diberikan BRI. Ini hampir sama dengan ATM, tetapi fungsinya untuk BBM," ucap Erzaldi.

Dia berharap, kebijakan ini dapat berjalan efektif sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. SPBU juga diingatkan akan ada penindakan oleh kepolisian jika pendistribusian solar subsidi ini tidak sesuai aturan.

"Kami lagi susun strateginya, karena saya minta sama Pertamina, kalau SPBU-nya kedapatan melayani pembelian yang melebihi batas, atau disalahgunakan untuk dijual lagi, ini akan mendapat sanksi. SPBU-nya kena sanksi berupa penutupan sementara tiga bulan, pembelinya juga kena sanksi," tegas Erzaldi.

Erzaldi mengatakan, pihaknya juga akan mendorong penggunaan solar non-subsidi bagi operasional tambang. Dinas Pertambangan sudah diminta untuk menyediakan penampung-penampung solar industri yang kawasan-kawasan tambang.

Dikelola BUMD

"Penampungan solar industri mendekati penambang-penambang ini nanti akan dikelola oleh BUMD," katanya.

Untuk sementara, fokus pihak terkait adalah pengendalian pendistribusian BBM jenis solar. Erzaldi mengatakan, tidak menutup kemungkinan pembatasan juga akan dilakukan untuk BBM jenis lainnya apabila terindikasi disalahgunakan dengan didukung bukti yang cukup dan menjadi keluhan masyarakat.

Penggunaan pertamini yang sampai saat ini tak mengantongi izin misalnya. "Ini menjadi tempat masyarakat tidak disiplin. Ini akan jadi perhatian. Tapi sementara, kami fokus ke solar dulu," kata Erzaldi. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved