Pengamat Soroti Rencana Penerapan Sanksi Penunggak BPJS Kesehatan Mandiri, Jumli: Kontradiktif

Pemerintah berencana menerbitkan inpres untuk memberikan sanksi bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri

Pengamat Soroti Rencana Penerapan Sanksi Penunggak BPJS Kesehatan Mandiri, Jumli: Kontradiktif
Bangkapos.com/Yudha Palistian
Jumli Jamaluddin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik (LP5) Bangka Belitung Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin menyoroti rencana pemerintah yang menunggak BPJS Kesehatan dengan memberikan sanksi melalui instruksi presiden.

Pemerintah berencana menerbitkan inpres untuk memberikan sanksi bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri (bukan perusahaan) yang menunggak iuran.

Inpres tersebut akan mengatur pembatasan bagi penunggak iuran untuk mengakses layanan publik dari pemerintah. Pelayanan tersebut antara lain perpanjangan paspor, SIM, pengajuan kepemilikan rumah, serta pengajuan administrasi pertanahan.

"Maka ini kontradiktif dengan undang-undang tentang pelayanan publik sehingga hak-hak masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut menjadi terhambat karena dihambat oleh penerapan sanksi administratif," jelas Jumli.

Mantan Ketua Ombudsman Babel ini menilai, aturan itu semakin mempersulit masyarakat sebagai peserta dan tidak edukatif.

Menurutnya bisa berpotensi berdampak pada semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan iuran mandiri.

Dan juga berpotensi berdampak semakin rendahnya kesadaran untuk patuh membayar iuran.

Semestinya tingkatkan kualitas layanan agar dapat meningkatkan kesadaran dan ketertarikan masyarakat untuk berbondong-bondong menjadi peserta mandiri.

Warga menolak

Aturan memberikan sanksi terhadap penunggak iuran BPJS Kesehatan secara tegas ditolak oleh peserta iuran mandiri, Yanto warga Opas Indah, Kota Pangkalpinang.

Halaman
123
Penulis: Ira Kurniati
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved