NEWS ANALYSIS - Sanksi Pidana Tidak Serta Merta Berdampak Peredaran Narkoba Turun Drastis

Nanang menjelaskan, pihaknya sepanjang 2019 berhasil mengamankan lebih dari 32 kg sabu termasuk sejumlah pelakunya.

NEWS ANALYSIS - Sanksi Pidana Tidak Serta Merta Berdampak Peredaran Narkoba Turun Drastis
Istimewa
Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Haryadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak hanya menjadi lokasi transit peredaran narkoba, tetapi tempat mengedar barang haram tersebut.

Baru-baru ini, petugas BNN mengungkap kasus kapal membawa 40 kilogram sabu di Jakarta setelah sebelumnya berlayar dari Belitung.

"Terakhir ada 40 kilo sabu diungkap, kapal pembawanya sempat transit di Pulau Belitung berhasil dibekuk saat tiba di pelabuhan di Jakarta," kata Kepala BNN Babel Brigjen Pol Nanang Hadiyanto, Selasa (15/10).

Pernyataan Nanang itu di sela jumpa media pengungkapan kasus sabu yang melibatkan Zainal Abidin alias Bebek di warga Pasir Putih, Kota Pangkalpinang.

Nanang menjelaskan, pihaknya sepanjang 2019 berhasil mengamankan lebih dari 32 kg sabu termasuk sejumlah pelakunya.

Menurutnya, 1 Kg sabu di pasaran dihargai Rp 1,5 miliar, yang artinya 32 Kg sabu bernilai Rp 48 miliar.

Tetapi bagi Nanang, bukan nilai uang yang menjadi perhatiannya. Tetapi, terungkapnya 32 Kg sabu itu bisa menyelamatkan sedikitnya 320 ribu orang di Babel.

"Jika 1 gram sabu dapat dikonsumsi 10 orang maka sebanyak 320.000 orang terhindar dari narkoba ini," jelasnya didampingi Kepala BNN Pangkalpinang, AKBP Iklas Gunawan.

Nanang menjabarkan jalur peredaran sabu ke Babel yakni jalur darat dan laut, mulai dari Tanjungpinang, Kepri lanjut ke Pekanbaru, Riau.

Selanjutnya bergerak ke Jambi menuju Palembang dan menyeberang ke Bangka lalu transit ke Jakarta.

Halaman
123
Penulis: Maggang (mg)
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved