Berita Pangkalpinang

Masyarakat Bangka Belitung Keluhkan Status Lahan, Alex Akan Bawa ke Rapat Komite

Alexander yang berada di Komite II mengatakan keluhan masyarakat terkait tumpang tindih lahan ini didapatnya sejak lama.

Masyarakat Bangka Belitung Keluhkan Status Lahan, Alex Akan Bawa ke Rapat Komite
bangkapos.com / Hendra
Anggota DPD RI, Alexander Fransiscus. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPD RI dapil Bangka Belitung, Alexander Fransiscus akan membawa permasalahan tumpang tindih status lahan masyarakat di Bangka Belitung ke rapat komite DPD RI.

Kepada bangkapos.com, Kamis (17/10/2019), Alexander yang berada di Komite II mengatakan keluhan masyarakat terkait tumpang tindih lahan ini didapatnya sejak lama.

"Banyak keluhan masyarakat kita tidak bisa mendapatkan sertifikat tanah hanya karena status tumpang tindih lahan. Padahal program sertifikat tanah gratis ini program presiden Jokowi. Tapi karena tumpang tindih status lahan ini masyarakat kita tidak dapat sertifikat," kata Alexander Fransiscus.

Dia mengaku sudah mengecek langsung ke masyarakat.

Bahkan perkampungan masyarakat yang sudah berpuluh tahun pun statusnya hutan lindung.

"Padahal sudah jadi perkampungan, kenapa tidak bisa mendapatkan sertifikat. Diseluruh kabupaten di Bangka Belitung ini masalahnya seperti ini," ujar Alex.

Karenanya lanjut Alex, dirinya yang berada di DPD RI akan mencoba memperjuangkan hak masyarakat.

Meminta pemerintah pusat untuk meninjau kembali status hutan lindung yang sudah menjadi perkampungan masyarakat.

Tak hanya permasalahan status lahan di perkampungan masyarakat. Status lahan perkebunan masyarakat dengan IUP pun kerap terjadi tumpang tindih.

"Status hutan kita juga tumpang tindih. Ada IUP tumpang tindih dengan hutan lindung. Masalah ini juga akan kita perjuangkan di pusat," pungkas Alex.

Diakuinya di periode awal jabatannya di DPD RI di Komite II akan fokus membantu membantu terkait permasalahan tumpang tindih status lahan.

(bangkapos.com / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved