Berita Pangkalpinang

Polres Pangkalpinang Gelar Konferensi Pers Kasus Penganiayaan dan Penyalahgunaan Narkoba

Kasus pertama yaitu tindak pidana penganiayaan dengan tersangka LH (30) yang ditangkap usai bersembunyi di sebuah bengkel di Desa Tanjung Gunung.

Polres Pangkalpinang Gelar Konferensi Pers Kasus Penganiayaan dan Penyalahgunaan Narkoba
(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy).
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers, Kamis (17/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono gelar konferensi pers kasus penganiyaan dan narkotika, Kamis (17/10/2019).

Kasus pertama yaitu tindak pidana penganiayaan dengan tersangka LH (30) yang ditangkap usai bersembunyi di sebuah bengkel di Desa Tanjung Gunung.

LH yang merupakan warga gang Hayati, Desa Kace Timur ditangkap anggota buser Polres Pangkalpinang pada Rabu, (09/10/2019).

Sebelumnya LH telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban Bakri (38) pada Jum'at (04/10/2019) pukul 22.00 di kediaman Wadada di jalan Pantai Desa Tanjung Gunung.

Korban Bakri yang merupakan warga desa Tanjung Gunung dianiaya dengan cara ditendang dan dipukul di bagian wajah korban. Akibat dari pemukulan tersebut, korban babak belur dan mengalami luka di mata bagian sebelah kanan.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono mengatakan, pelaku LH menganiaya korban secara langsung.

“Awalnya korban disuruh Laponja memanggil pelaku, akan tetapi pada saat dipanggil pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta,” ujar Kompol Jadiman.

Lebih lanjut Tim Opsnal Buser Polres Pangkalpinang membutuhkan waktu satu minggu untuk mengungkap kasus ini, lantaran pelaku selalu mengelabui anggota.

“Awalnya tim mendapatkan informasi dari warga bahwa ada melihat pelaku penganiayaan di seputar Desa Tanjung Gunung, tim langsung meluncur dan mengintai pelaku yang ada di bengkel dan selanjutnya pukul 13.30 langsung dilakukan penangkapan,” lanjutnya.

Akibat perbuatannya LH mendapatkan pasal 351 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Halaman
12
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved