VIDEO: Terungkap Motif Sang Ajudan Gasak Uang Rp 100 Juta Milik Kapolres Pangkalpinang

Polres Pangkalpinang membenarkan Pelaku RO ditangkap usai menggasak uang Rp 100 juta milik Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Pangkalpinang membenarkan Pelaku RO  ditangkap usai menggasak uang milik Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono.

Hal ini disampaikan Kabag Humas Polres Pangkalpinang, Ipda Sianturi seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana.

Diketahui RO melakukan aksinya sejak Januari 2019 dan baru terungkap pada Oktober, usai Kapolres Pangkalpinang memasang CCTV.

"Pelaku mencuri uang dengan total Rp 100 juta tersebut dilakukan secara berulang sejak Januari hingga Oktober 2019. Jadi tidak mengambil langsung Rp 100 juta, hanya setelah dihitung-hitung kerugian totalnya segitu," ujar Ipda Sianturi.

Kabag Humas Polres Pangkalpinang menjelaskan, uang senilai Rp 100 kita tersebut merupakan tabungan sang istri. Diketahui Istri Kapolres Pangkalpinang merupakan notaris di Cianjur, selain itu juga uang tersebut termasuk uang celengan milik sang anak dan uang untuk zakat.

"Jadi itu uang milik istri Kapolres Pangkalpinang, ada juga celengan anaknya juga diambil pelaku. Selain itu ada juga uang zakat yang yang sudah disiapkan Kapolres juga diambil," lanjutnya.

Lebih lanjut kabar pelaku menggunakan kunci duplikat, dibantah oleh Ipda Sianturi. Pelaku RO saat melakukan aksinya diketahui menggunakan kunci serep.

"Jadi dulu waktu perbaikan pintu kamar ternyata pelaku mengambil kunci serep, jadi bukan menggunakan kunci duplikat," tuturnya.

Sementara itu motif pelaku RO nekat melakukan aksinya karena untuk memenuhi kebutuhan pribadi pelaku.

"Uangnya digunakan pelaku untuk pribadi. Jadi pelaku RO punya cicilan mobil sebesar Rp 7 juta per bulan, lalu duitnya juga dipakai untuk bersenang-senang ke tempat hiburan," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku RO dijerat oleh pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. Selain itu juga RO yang merupakan anggota Polres Pangkalpinang berpangkat Briptu ini juga akan menerima hukuman disiplin dan kode etik.

"Pelaku nanti tetap akan ada hukuman disiplin atau kode etik sesuai perintah pimpinan. yang pertama dilakukan proses pidana dulu, nanti bagaimana inkrahnya baru dilanjutkan kode etik ataupun disiplin," tutupnya.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved