Berita Pangkalpinang

Ketua SPSI Bangka Belitung Beberkan Teknis Perusahaan Penuhi Ketentuan UMP

Pemberlakuan UMP di perusahaan biasanya menggunakan skema tertentu, yakni upah pokok plus tunjangan tetap.

Ketua SPSI Bangka Belitung Beberkan Teknis Perusahaan Penuhi Ketentuan UMP
Dokumentasi Bangka Pos
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Babel, Darusman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepulauan Bangka Belitung Darusman membeberkan teknis bagaimana seharusnya perusahaan mematuhi ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Pemberlakuan UMP di perusahaan biasanya menggunakan skema tertentu, yakni upah pokok plus tunjangan tetap.

Ketentuan komposisinya 75 persen upah pokok, dan 25 persen tunjangan tetap.

"Upah pokok ini tidak boleh kurang dari 75 persen dari UMP dan tunjangan tetap tidak boleh kurang dari 25 persen, kalau mau dibuat komposisi begitu. Tetapi kalau perusahaan mau upahnya, pokoknya UMP ya bisa, yang penting tidak kurang dari nilai UMP," kata Darusman, Jumat (18/10/2019) malam.

Dia menjelaskan tunjangan tetap berarti tunjangan tersebut tetap diberikan, terlepas apakah masuk atau tidak masuk pekerja bekerja.

"Misalnya uang makan Rp 25 ribu per hari, karena tidak masuk maka tunjangannya dipotong, itu bukan tunjangan tetap. Tunjangan tetap ini tidak dipengaruhi kehadirannya," katanya.

Perusahaan juga bisa memotong upah pekerja untuk iuran kepesertaan BPJS Ketenegakerjaan dan Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Upah pekeja akan dipotong dua persen dan sisanya akan ditanggung oleh perusahaan.

"Biasanya total yang dikeluarkan perusahaan untuk iuran ini 10 persen,"lanjutnya.

Artinya upah pekerja hanya dipotong dua persen murni dari uang pekerja, tetapi yang 10 persennya dari perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved