Kondisi Muhamzah Aditya Bocah yang Masuk ke Dalam Ember Berisikan Air Panas Mulai Membaik

Kondisi Muhamzah Aditya (1) bocah asal Desa Tiang Tara, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, yang masuk ke ember berisikan air panas dikabarkan

Kondisi Muhamzah Aditya Bocah yang Masuk ke Dalam Ember Berisikan Air Panas Mulai Membaik
Bangkapos/Riki Pratama
Rumah Sakit Umum Daerah Dr (H.C) Ir. Soekarno, tempat Aditya (1) dirawat untuk mendapatkan pengobatan foto diambil, Jumat (18/10/2019). 

Kondisi Muhamzah Aditya Bocah yang Masuk ke Dalam Ember Berisikan Air Panas Mulai Membaik

BANGKAPOS.COM -- Kondisi Muhamzah Aditya (1) bocah asal Desa Tiang Tara, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, yang masuk ke ember berisikan air panas dikabarkan mulai membaik pada, Jumat (18/10/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr (H.C) Ir. Soekarno.

Sebelumnya, kejadian yang menimpa Aditya terjadi pada, Sabtu (12/10/2019) lalu, ketika ayahnya Timan (46) sedang memasukkan air panas untuk minum ke dalam galon dari ember berisikan air panas yang baru selesai dimasak.

Kejadian yang tidak terduga itu, mengagetkan Timan, ketika Aditya tiba-tiba masuk kedalam ember berisikan air panas, yang saat itu berada di sampingnya.

"Ya waktu itu saya kaget melihatnya, tiba-tiba masuk ke dalam ember dan saya langsung cepat-cepat mengangkatnya, saya tidak meninggal ember berisikan air panas itu, yang informasinya sempat simpang siur, tetapi, ketika saya memasukkan air panas dari ember ke dalam galon, saya kaget, mendengar bunyi dan saya lihat ia sudah berada dalam ember,"ungkap Timan kepada wartawan, Jumat (18/10/2019)

Saat ini, kata Timan paska pengobatan yang dilakukan oleh pihak rumah Sakit Provinsi Bangka Belitung, kondisi anaknya mulai membaik, walaupun ia masih sering merintihan kesakitan menahanya.

"Ia ada berak dan muntah darah, sementara untuk luka bakarnya karena terkena air panas sudah dilakukan operasi dan mulai mengering, kalau diajak bicara masih terus bicara, tetapi masih suka merengek kesakitan, baik itu siang ataupun malam hari, tetapi kadang juga ia tenang seharian,"kata Timan, yang mengatakan kulit yang melempuh akibat terkena air panas mulai dari perut hingga wajah.

Lalu, masih kata Timan, untuk biaya pengobatan dirinya belum ada mengeluarkan biaya pengobatan sepeserpun, karena ditanggung oleh pihak rumah sakit.

"Kalau biaya sudah ditanggung oleh rumah sakit sini, paling saya biaya sendiri untuk makan, dan misalnya ada kekurangan obat disini, untuk bayar biaya berobat belum ada selama di rawat disini,"ujarnya.

Dengan kondisinya anaknya mulai membaik besar harapan, Aditya cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula, namun ia menyadari bahwa perlu waktu untuk pemulihan kondisi anaknya.

"Ya saya harapkan selesai disini pengobatanya, intinya ingin anak saya sehat kembali, saya juga menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara yang telah datang membantu anak saya,"harapnya.

Untuk mengunjungi Aditya juga dibatasi waktu dan jumlah orangnya, karena melihat Aditya yang masih perlu banyak istirahat serta perawatan pihak rumah sakit.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved