Berita Pangkalpinang

Penyandang Disabilitas Mental Mampu Membuat Aneka Kerajinan Cantik

Siapa sangka para Penyandang Disabilitas Mental (PDM) Kota Pangkalpinang ternyata bisa memiliki ketrampilan membuat berbagai kerajinan.

Penyandang Disabilitas Mental Mampu Membuat Aneka Kerajinan Cantik
Bangkapos.com/Edwardi
Berbagai hasil kerajinan para PDM yang dilatih di UILS Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Siapa sangka para Penyandang Disabilitas Mental (PDM) Kota Pangkalpinang   ternyata bisa memiliki ketrampilan membuat berbagai kerajinan. 

Mereka membuat berbagai kerajinan seperti membuat keset kaki, sarung telur Seroja, bunga plastik, aroma terapi dan lainnya.

Para penyandang disabilitas ini rutin mengikuti berbagai kegiatan di Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Pangkalpinang di Jalan RE Martadinata Kelurahan Rejosari Kecamatan Pangkalbalam (sebelah MIN) Kota Pangkalpinang setiap hari Senin-Jumat yang dibuka Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)bekerjasama dengan Dinsos Kota Pangkalpinang.

Sri Kusmala, pegawai Dinsos  Babel mengatakan hasil kerajinan para PDM ini cukup laku dan diminati masyarakat, seperti kaset kaki ini yang pesan ada 16 buah, namun yang baru selesai dibuat ada tujuh buah.

"Kita tidak bisa memaksa atau menyuruh mereka membuat ini semau kita, mereka membuatnya sesuai keinginan dan kemauan mereka saja. Kita bisa lihat hasil keset kakinya bagus dan rapi, harga jual satu keset kaki Rp 65.000 per lembar," kata Sri.

Selain itu Sarung Telur Seroja juga laris dibeli masyarakat dan para pejabat di Pangkalpinang.

"Sarung telur Seroja ini sudah dipesan ibu-ibu Polda Babel, ada juga dulu Bu Sekda Pangkalpinang juga pesan dan beli disini, harganya Rp 3.000 per buah," kata Sri.

Ia menilai, melihat hasil kreativitas para PDM ini adalah salah bila masyarakat menganggap para PDM ini tidak berguna, itu adalah stigma yang salah dan harus dihilangkan stigma itu.

"Mereka para PDM yang mengikuti kegiatan di UILS ini rata-rata mendapatkan dukungan penuh keluarganya dan rutin minum obat, keluarga mengantarkan mereka kesini dan percaya dengan kita untuk bersama-sama melakukan berbagai kegiatan ketrampilan, memasak, berkebun, olahraga, kerohanian dan lainnya," jelas Sri.

Diungkapkannya, untuk ketrampilan membuat keset kaki ini, para mentor tenaga sukarela sebelum terbentuk UILS ini dilatih terlebih dahulu di Panti Bina Laras Jakarta dan Sukabumi.

"Disana mereka diajarkan ketrampilan membuat keset kaki dan sampai disini kita mulai coba membuatnya, yang mahal itu memang benang untuk membuat kesetnya karena harus dikirimkan dari Bandung. Jadi para PDM yang berminat membuat ketrampilan apa saja silahkan saja sesuai minat dan bakatnya," kata Sri. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved