Kriminalitas

Sidang Perdana Praperadilan, Suranto Wibowo Gugat Kejati Babel Digelar di PN Pangkalpinang

Dalam sidang praperadilan ini, Suranto Wibowo menggugat status tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung

Sidang Perdana Praperadilan, Suranto Wibowo Gugat Kejati Babel Digelar di PN Pangkalpinang
Bangkapos.com/Ferdi Aditiawan
Suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, Jumat (18/10/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang menggelar sidang praperadilan yang diajukan oleh Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung, Suranto Wibowo, Jumat (18/10/2019).

Sebelumnya sidang praperadilan ini sempat tertunda satu minggu lantaran pihak Kejaksaan Tinggi belum siap.

Dalam sidang praperadilan ini, Suranto Wibowo menggugat status tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung terhadap dirinya.

Sidang praperadilan Register Nomor 2/Prd.Pra/2019/PN.Pgp dipimpin oleh Iwan Gunawan selaku hakim tunggal Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang yang bertugas memeriksa dan mengadili.

Sidang ini beragendakan pembacaan permohonan oleh penasehat hukum Suranto Wibowo yaitu Lauren Herianja.

Terdapat beberapa permohonan yang dibacakan oleh Lauren Herianja yakni tentang penetapan tersangka Suranto Wibowo, penyitaan, penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi, serta belum adanya penghitungan kerugian negara yang dilakukan karena ini menyangkut tindak pidana korupsi.

Setelah mendengarkan pembacaan permohonan, Iwan Gunawan selaku hakim tunggal Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang yang memimpin dan bertugas memeriksa dan mengadili sidang praperadilan akan melanjutkan sidang pada hari Senin, (21/10/2019) dengan agenda bantahan jaksa dan pemeriksaan saksi.

Lauren Herianja selaku penasihat hukum saat ditemui awak media setelah persidangan praperadilan mengatakan, penetapan tersangka penyitaan, penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan pihak termohon ( Kejati) sudah menyalahi prosudur aturan KUHP

"Pertama, penetapan tersangka terhadap Suranto Wibowo ditetapkan pada tanggal 12 Agustus 2019, kemudian surat perintah penyidikannya keluar tanggal 12 Agustus 2019 akan tetapi surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) keluarnya pada tanggal 14 Agustus dan didalam SPDP ini kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa penuntut umum sedangkan untuk kliennya belum menjalani pemeriksaan saksi," jelas Lauren Herianja

Lanjut Lauren Herianja, yang kedua tentang penyitaan berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat kajati bukan berdasarkan izin pengadilan tetapi berdasarkan surat perintah penyitaan kejaksaan tinggi.

"Sementara KUHP mengatur harus ada izin dari pengadilan. Jadi ini kami anggap sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan KUHP dan sudah sudah melanggar aturan putusan Mahkamah Konatitusi (MK)," tegas Lauren Herianja.

Dirinya selaku penasihat hukum dari Suranto Wibowo sangat yakin permohonan yang diajukan ini akan diterima karena ini berdasarkan fakta-fakta yang artinya tidak sesuai dengan undang-undang.

Sementara itu Diana Wahyu satu dari empat jaksa yang hadir disidang praperadilan mewakili kejaksaan tinggi (Kajati) selaku termohon mengatakan, secara materi yang disampaikan oleh pihak penasihat hukum pemohon,  pihaknya sudah meneliti dan menerima bahwa semua dalil-dalil itu tidak berdasar dan keliru.

"Tentunya dalam jawaban kami, pihak kami akan menolak seluruhnya karena prosedur penetapan tersangka sudah kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jadi nanti jawaban akan terurai semuanya," tandas Diana Wahyu

Sebelumnya, Suranto Wibowo ditangkap oleh penyidik kejaksaan tinggi di restoran daerah Cisarua, Bogor, Jawa Barat dan langsung ditetapkan sebagai tersangka proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur tahun 2018 senilai Rp 2,9 Miliar. (Bangkapos.com/Cr3)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved