Berita Bangka Tengah

Bupati Bangka Tengah Tutup Liga Santri Nasional 2019

Bupati Bangka Tengah, Haji Ibnu Saleh menutup rangkaian kegiatan turnamen sepakbola Liga Santri Nusantara 2019 sub region wilayah Sumatera VII

Bupati Bangka Tengah Tutup Liga Santri Nasional 2019
Ist/Humas Protokol
Penutupan Lig Santri Nasional 2019. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka Tengah, Haji Ibnu Saleh menutup rangkaian kegiatan turnamen sepakbola Liga Santri Nusantara 2019 sub region wilayah Sumatera VII, yang dilaksanakan di Stadion Lapangan Bola Lampur Kecamatan Sungai Selan pada hari Sabtu, (19/10/2019).

Hadir pula pada kesempatan tersebut, anggota dewan Edy Purwanto, Kepala Yayasan IAI Sungaiselan, Kepala Kemenag Kabupaten, Kabag Humas Dan Protokol, Camat Sungai Selan Yardiansyah, Kepala Desa Lampur, Ketua BPD, Karang Taruna, Babinkamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para peserta liga santri.

Sebelum menutup turnamen sepakbola, Bupati Ibnu Saleh bersama tamu yang hadir menonton laga final Liga Santri Nusantara yang mempertemukan antara kesebelasan Ar.Rosmaniyah Lampur melawan Al-Ittihasiyah Al-Islamiyah Sungaiselan pada pertandingan babak pertama menghasilkan 1 gol untuk kesebelasan Al-Islamiah Sungaiselan.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh yang biasa disapa mang Benu, mengatakan bahwa dengan berolahraga maka tidak saja hanya jiwa namun raga pun akan menjadi sehat

"Badan menjadi sehat, nafas jadi panjang, kalau ngaji suara jadi bagus, apa agik sholawatnya suaranya jadi bagus, badan sehat, nah ini merupakan salah satu kegiatan untuk menyehatkan badan dan jiwa bagi anak santri”, ujar Ibnu, Sabtu (19/10)

Ibnu juga berharap dengan jiwa yang sehat dan kuat, akan menjadikan manusia yang sehat dan siap menjadi generasi emas Bateng Unggul.

"Santri main bola adalah bagian dari revolusi mental, sehingga insyallah kalian semua akan harapkan kedepan menjadi generasi yang tangguh, dimana bangka tengah akan mencapai masa unggulnya sehingga dibutuhkan santri yang sehat badannya juga kuat jiwanya,"

Terkait dengan generasi milenial saat ini, Ibnu Saleh mengingatkan para santri untuk menggunakan teknologi yang positif, menurutnya berdasarkan survei menunjukkan bahwa anak milenial saat ini membagi waktu 80 persen untuk bermain handphone (HP) dan 20 persen untuk keluarga.

Sehingga Ibnu mengatakan jika teknologi pada gadget tersebut selayaknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti mengaji melalui aplikasi Al-Quran yang banyak tersedia

Ibnu Saleh optimis jika ditahun depan Liga Santri Nasional akan lebih meriah, dan rencananya di tahun depan Liga Santri di Bateng akan diadakan antar SMP, SMA sehingga siswa MTS dan Aliyah bisa ikut serta, dan ia juga berencana untuk memberikan bonus untuk pemain santri terbaik.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bahtiar Hamid mengatakan bahwa kegiatan Liga Santri Nusantara ini merupakan kegiatan atas dasar Agenda RMI NU Pusat bekerja sama dengan Kemenpora dan sudah memasuk tahun Ke V.

"Jadi ini merupakan kegiatan turnamen sepakbola antar pondok pesantren region Sumatera VII dengan jumlah tim yang mengikuti kegiatan sebanyak 12 tim, 8 tim dari Pondok pesantren Bangka Tengah, 2 tim dari Bangka Barat, 2 tim Bangka Selatan dan juga ajang seleksi untuk seri nasional pada tanggal 5-10 November 2019 di Kabupaten Bogor, " ujar Bahtiar.

Masih kata Ketua Panitia, bahwa kegiatan Liga Santri Nusantara ini dimulai Kick Off pada tanggal 5 oktober dan berakhir pada tanggal 19 Oktober Oktober 2019, karena tim yang mengikuti sedikit, sehingga kegiatan yang dilaksanakan cukup singkat. Dan ia berharap dengan adanya kegiatan liga santri ini, maka dapat memajukan sepak bola indonesia terutama menggali potensi santri-santri yang berbakat di bidang sepak bola.

(bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved