Berita Sungailiat

Kesal Keberadaan TI, Akhirnya Warga Turun Tangan, Sita dan Bakar Ponton Tambang Sungai Perimping

Aparat tak kunjung menangkap penambang timah ilegal di Sungai Perimping Riausilip Bangka.

Kesal Keberadaan TI,  Akhirnya Warga Turun Tangan, Sita dan Bakar Ponton Tambang Sungai Perimping
(Ist/Kiriman Kades Pangkalniur, Agustino)
Suasana saat Warga Gabungan Desa Pangkalniur dan Pusuk menyita ponton peralatan tambang, Jumat (18/10/2019) tengah malam dan suasana saat pembakaran ponton peralatan tambang, Sabtu (19/10/2019) siang di Kawasan Sanur Sungai Perimping Riausilip Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aparat tak kunjung menangkap penambang timah ilegal di Sungai Perimping Riausilip Bangka. Sementara aktifitas ilegal itu semakin merajalela, maka buntutnya, kemarahan warga kembali terjadi.

Masyarakat gabungan dua desa menggelar aksi paksa penyitaan peralatan tambang, Jumat (18/10/2019) tengah malam hingga dinihari dan kemudian membakarnya, Sabtu (19/10/2019).

Aksi ini mulai terjadi tengah malam tadi, Jumat (18/10/2019). Masyarakat Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka bersama Masyarakat Desa Pusuk Kabupaten Bangka Barat, berkumpul.

Mereka kemudian menggunakan perahu menuju Sungai Sanur aliran Sungai Perimping. Setelah tiba di lokasi, masyarakat langsung menarik ponton atau perlatan tambang apung di sungai itu ke tepian.

Suasana saat Warga Gabungan Desa Pangkalniur dan Pusuk menyita ponton peralatan tambang, Jumat (18/10/2019) tengah malam dan suasana saat pembakaran ponton peralatan tambang, Sabtu (19/10/2019) siang di Kawasan Sanur Sungai Perimping Riausilip Bangka.
Suasana saat Warga Gabungan Desa Pangkalniur dan Pusuk menyita ponton peralatan tambang, Jumat (18/10/2019) tengah malam dan suasana saat pembakaran ponton peralatan tambang, Sabtu (19/10/2019) siang di Kawasan Sanur Sungai Perimping Riausilip Bangka. (Ist/Kiriman Kades Pangkalniur, Agustino)

Keesokan harinya, Sabtu (19/10/2019), ponton atau peralatan tambang ilegal ini dibakar beramai-ramai. Kemarahan warga seolah tak tertahan lagi.

Apalagi mereka mendengar ada 'oknum aparat bermain' di lingkaran ilegal yang dimaksud. Padahal keberadaan tambang atau TI itu sudah sejak lama dikeluhkan warga, khususnya nelayan lokal.

"Kami Warga Desa Pangkalniur dan Warga Desa Pusuk telah mengamankan TI ilegal yang beroperasi di wilayah Sunur aliran Sungai Perimping malam ini (Sabtu, dinihari sekitar pukul 00.00 WIB)," kata Kepala Desa (Kades) Pangkalniur, Agustino memberi kabar kepada Bangkapos.com, Sabtu (19/10/2019) diihari.

Kemarahan warga menurut Agustino, cukup beralasan karena sungai tersebut merupakan lokasi tangkapan nelayan lokal.

Keberadaan tambang apung ilegal di sungai merusak habitat atau populasi ikan, udang dan kepiting. "Karena wilayah tersebut tempat nelayan berusaha. Sementara sungai dirambah TI ilegal," ungkap Agustino.

TI ilegal yang beroperasi di wilayah Sungai Sunur Aliran Sungai Perimping tersebut sebelumnya sudah ditentang warga, namun tetap saja beroperasi. 

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved