Berita Bangka Selatan

Ratusan Warga Asyik Ikuti Lomba Mutik Remis di Pantai Kelisut Toboali

Sedikitnya sekitar 150 peserta mengikuti perlombaan yang digelar oleh Karang Taruna Tanjung Ketapang Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali

Ratusan Warga Asyik Ikuti Lomba Mutik Remis di Pantai Kelisut Toboali
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Suasana Perlombaan Mutik Remis di Pantai Kelisut yang Digelar oleh Karang Taruna Tanjung Ketapang 

BANGKAPOS.COM - Perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun 2019 di Bangka Selatan khususnya di Toboali digelar perlombaan yang sangat menarik yakni Lomba Mutik Remis.

Lomba Mutik Remis yang dalam Bahasa Indonesia diartikan mencari sejenis Kerang Laut yang bentuknya agak bulat dan memanjang dan dapat ditemui di sepanjang pantai.

Sedikitnya sekitar 150 peserta mengikuti perlombaan yang digelar oleh Karang Taruna Tanjung Ketapang Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali dengan tujuan mencari dan mengumpulkan Remis yang bersembunyi di dalam tanah di seputaran Pantai Kelisut, Toboali.

Terasa sekali hingar bingar peserta lomba yang memecah suara ombak pantai sembari menggerogoti tanah pantai demi mengumpulkan Remis.

Tak memandang itu anak-anak hingga orangtua, semua orang berkonsentrasi untuk mengumpulkan satu demi satu Remis pada sebuah botol minuman hingga penuh.

Bahkan teriknya Matahari tak terasa membakar badan, karena keseruan yang tampak pada peserta Lomba Mutik Remis.

Sebut saja Cik Ida, satu dari ratusan peserta yang tampak asik dan berkonsentrasi untuk mengumpulkan Remis meskipun dirinya harus berbasah-basahan bahkan terpapar sengatan Matahari.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Tanjung Ketapang, Adil ketika ditemui di sela-sela perlombaan menyebutkan perlombaan ini merupakan perlombaan yang pertama kali digelar sejak beberapa tahun lalu.

"Kegiatan ini sengaja kami gelar karena ini juga merupakan budaya kearifan lokal yang ada di masyarakat kita karena di Toboali ini juga banyak nelayan sehingga dengan perlombaan ini kita berharap kebudayaan kita tak pernah hilang," ujar Adil pada Minggu, (20/10/2019).

Dirinya berharap melalui perlombaan ini generasi muda Bangka Selatan dapat terus memperjuangkan dan menjaga kebudayaan lokal agar tak tergerus dengan kemajuan yang ada.

"Kita harap kegiatan yang positif seperti ini dapat terus kita lakukan demi meningkatkan rasa kecintaan kita kepada tanah air dan tetap menjaga kebudayaan agar tetap eksis," pungkasnya

Senada dengan Adil, Lurah Tanjung Ketapang, Fandi menyatakan perlombaan ini sengaja digelar untuk tetap menjaga kebudayaan lokal yang telah berlangsung sejak dahulu kala.

"Perlombaan yang seperti ini harus selalu kita dukung demi menjaga kebudayaan kita tetap ada dan tak hilang," tandasnya.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved