Berita Bangka Tengah

Biaya Proruksi Tinggi Jadi Penyebab Biaya Hidup di Bangka Belitung Mahal

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Tengah Risaldi Adhari tak memungkiri jika hidup di Bangka Belitung Mahal

Biaya Proruksi Tinggi Jadi Penyebab Biaya Hidup di Bangka Belitung Mahal
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Bangka Tengah Risaldi Adhari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Bangka Tengah Risaldi Adhari tak memungkiri jika hidup di Provinsi Bangka Belitung itu mahal.

"Satu sisi dari kebutuhan orang, hidup di Bangka itu mahal. Sehingga sumber penghasilan orang ya dari gaji, satu sisi juga ada pengusaha, dan pengusaha di Bangka juga sulit bersaing untuk menjual barang ke luar Bangka," ujar Risaldi, Senin (21/10) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan jika akar permasalahannya adalah biaya produksi di Babel ini sangat tinggi.

Solusinya barang yang masuk ke Bangka harus murah sehingga biaya hidup di Bangka pun bisa lebih murah.

Bahkan ia mengatakan jika dulu ada isu jika hidup di Batam itu mahal, namun jika dihitung-hitung hidup di Bangka Belitung  itu lebih mahal daripada di Batam.

Berdasarkan ide dari Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh yang telah menginstruksikan untuk setiap desa menganggarkan 30 persen dari dana desa untuk pemberdayaan masyarakat.

Dana tersebut bisa membuat perekonomian Bangka Tengah menguat, terutama dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.

"Dari dana 30 persen akibatnya pertama uang tersebut dibelanjakan di desa, sehingga perputaran uang tersebut berada di desa. Kedua muncul kegiatan usaha, tinggal seberapa kreatif kadesnya," tegas Risaldi.

(bangkapos,com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved