Berita Sungailiat

Pipa dan Pelampung PT Pulomas Dilalap Api, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 100 Juta

Sejumlah pipa karet serta seluruh pelampung di sekitar Kantor PT Pulomas Sentosa, Senin (21/10/2019) terbakar.

Pipa dan Pelampung PT Pulomas Dilalap Api, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 100 Juta
(foto ferylaskari/foto IST/Satpolair Bangka)
Kapolsek Sungailiat AKP Dedy Setiawan sedang meninjau lokasi kebakaran setelah api berhasil dipadamkan. Terlihat juga suasana saat asap mengebul dan saat Petugas Damkar dan gabungan petugas lainnya memadamkan api di kebun sawit Afen dan areal PT Pulomas Sentosa di Sungailiat, Senin (21/10/2019) petang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sejumlah pipa karet serta seluruh pelampung di sekitar Kantor PT Pulomas Sentosa, Senin (21/10/2019) terbakar.

Kepala Cabang PT Pulomas, Yanto memperkirakan api diduga berasal dari lahan perkebunan sawit yang tak jauh dari lokasi kantornya. Akibat kejadian ini, PT Pulomas menderita kerugian sekitar Rp 100 Juta.

Kejadian bermula saat terlihat asap mengebul dari kejauhan di arah Muara Jelitik, tepi
Pantai Sungailiat Bangka, petang tadi. Awalnya orang-orang menduga pabrik peleburan timah atau smelter yang terbakar.

Ternyata  lahan perkebunan sawit di tepi pantai dekat muara Jelitik yang hangus dilalap api.

Api dari semak belukar kebun sawit meluas hingga merambat melumat sejumlah pipa karet dan pelampung milik PT Pulomas, yang juga berada di tepi pantai, dekat muara atau bersebelahan kebun sawit itu.

Beruntung, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bangka, segera datang. Dua unit mobil damkar dan sejumlah personil langsung turun memadamkan api sehingga tak meluas lebih jauh.

Kebakaran  di tepi Pantai Muara Jelitik Sungailiat Bangka, Senin (21/10/2019) petang.
Kebakaran di tepi Pantai Muara Jelitik Sungailiat Bangka, Senin (21/10/2019) petang. ((foto ferylaskari/foto IST/Satpolair Bangka))

Yanto  mengatakan  Tim Damkar Pemkab Bangka segera datang sehingga bangunan kantor dan fasilitas lainnya milik perusahaan tak habis dilalap api. Mengenai kronologis kebakaran, Acun menyebut sumber api berasal dari kebun sawit tetangga, sebelah kantor perusahaan.

"Kebakaran di lahan kebun sawit, kemudian merambat, kebetulan di pinggir ada pipa kita. Kemudian pipa kita ikut terbakar, kerugian sekitar seratus lebih lah (sekitar Rp 100 Juta)," kata Acun panggilan akrab Yanto.

Sejumlah pipa milik PT Pulomas yang terbakar di Pelabuhan Jelitik
Sejumlah pipa milik PT Pulomas yang terbakar di Pelabuhan Jelitik ((Foto Ferylaskari/Foto IST/Satpolair Bangka))

Diakuinya, jika Damkar Pemkab Bangka terlambat datang ke lokasi, mungkin kerugian akan lebih banyak diderita oleh PT Pulomas Sentosa.

"Untung damkar cepat datang, setengah jam setelah kebakaran, damkar memadamkan api, yang terbakar selain pipa juga semua pelampung," katanya.

Apakah ada indikasi kesengajaan dalam kasus kebakaran yang dimaksud? Acun tak menjawab secara pasti. "Belum tahu, tapi kemungkinan dari kebun sawit sebelah (penyebabnya) karena disitu semak hutan-hutan (di antara pohon sawit)," kata Acun

Sementara itu Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono diwakili Kapolsek Sungailiat AKP Dedy Setiawan ditemui di lokasi kebakaran, Senin (21/10/2019) menjelaskan kronologis kedatangan pihak kepolisian ke lokasi ini.

"Security (Pulomas) menghubungi damkar, kemudian masyarakat menghubungi Polsek Sungailiat. Setelah itu kita datangi TKP berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Bangka," kata kapolsek.

Mengenai penyebab kebakaran dan apakah ada unsur kesengajaan pada kasus kebakaran ini? Kapolsek juga tak berani langsung memastikan. Alasan Kapolsek, pihaknya masih akan terlebih dahulu memeriksa para saksi.

"Nanti setelah kita periksa saksi-saksi, khususnya satpam perusahaan, lalu kita sesuaikan dengan hasil Identifikasi Polres Bangka, baru kemudian kita tarik kesimpulan," tegas kapolsek memprediksikan lahan yang terbakar sekitar 1 hektare. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved