Siasati Biaya Hidup Mahal, PNS Provinsi Bangka Belitung Ini Buka Usaha Kuliner

Biaya hidup di Bangka Belitung tergolong mahal, sehingga para pekerja baik honorer, pegawai negeri bahkan swasta mengeluh dengan gaji

Siasati Biaya Hidup Mahal, PNS Provinsi Bangka Belitung Ini Buka Usaha Kuliner
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Edo Pegawai Negeri Sipil buka usaha kuliner bisa jadi solusi atasi biaya hidup di Babel Mahal. Senin,(21/10/2019). 

Siasati Biaya Hidup Mahal, PNS Provinsi Bangka Belitung Ini Buka Usaha Kiliner

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Biaya hidup di Bangka Belitung tergolong mahal, sehingga para pekerja baik honorer, pegawai negeri bahkan swasta mengeluh dengan gaji saat ini yang masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan Edo Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi Bangka Belitung, dia mensiasati keadaan tersebut dengan membuka usaha kuliner.

Dia mengatakan usaha kuliner di Bangka Belitung cukup berpotensi menghasilkan uang, sebab menurutnya masyarakat Babel sangat konsumtif.

"Lumayan berpotensi kalau usaha kuliner di sini, masyarakat banyak beli. Apalagi kalau tanggal 25an biasanya gajian maka omset meningkat, kalau jauh dari gajian ritme memang agak menurun," ungkap Edo saat ditemui bangkapos.com. Senin, (21/10/2019).

Edo sudah 4 tahun membuka usaha sate padang ini mengaku memang biaya hidup di Bangka Belitung mahal tetapi kembali lagi bagaimana seseorang mau berusaha, dan tidak menyerah dalam menghadapi kondisi seperti ini.

"Memang daya beli masyarakat sekarang karena timah, dan lada murah memang tidak setinggi dlu, akan tetapi masih lumayanlah," ungkapnya.

Edo sendiri merupakan perantau yang merintis karir di Bangka Belitung berhasil mengepakan sayap usahanya sehingga sate padang Mak Buyuang ini sudah memiliki 3 cabang yang berada di Kampak, Pangkalpinang, dan Koba.

"Awal mula ya dulu tidak seperti ini, saya sama istri buka usaha ini bagi-bagi waktu. Siang kerja, malam jualan sate. Ya Alhamdulilah sekarang sudah ada pegawai," ungkap Edo.

Pegawai sate padang Mak Buyuang juga berjumlah 7 orang. Omset penjualan sate padang Mak Buyuang kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta perhari.

"Kalau menurut saya untuk mensiasati keadaan biaya hidup mahal itu selalu bersyukur, berapapun nikmat yang diterima. Terus bergaya lah sesuai kemampuan. Jangan sesuai kemauan, karena kemauan kita itu banyak sekali," ungkapnya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved