Berita Pangkalpinang

Cegah Terjadi Tindak Penyuapan, Pengadilan Negeri Pangkalpinang Canangkan SMAP

Pengadilan Negeri Pangkalpinang mencanangkan program sistem manajemen anti penyuapan (SMAP)

Cegah Terjadi Tindak Penyuapan, Pengadilan Negeri Pangkalpinang Canangkan SMAP
Bangkapos.com/Ferdi Aditiawan
Kasubbag Perencanaan Teknologi dan Pelaporan Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Tri Palupi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengadilan Negeri Pangkalpinang mencanangkan program sistem manajemen anti penyuapan (SMAP), yang merupakan program dari mahkamah agung (MA).

Kasubbag  Perencanaan Teknologi Informasi dan Pelaporan Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang Tri Palupi seizin Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang Sri Endang Amperawaty Ningsih menyebutkan, ada lima poin implentasi pada sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang

1. Diumumkan Pengadilan Negeri Pangkalpinang sebagai satu dari tujuh pengadilan di seluruh indonesia yang diusulkan untuk menjadi pilot project dalam penerapan sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) pada acara pembinaan oleh Ketua Mahkamah Agung RI di Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tanggal 13 sampai 14 september 2019.

2. Dibentuknya tim SMAP berdasarkan SK Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang No: W7.U1/2582/04.5/2029 tanggal 7 Oktober 2019.

3.Surat permintaan dukungan dan pernyataan telah menerapkan SMAP ke stakeholder yang terkait dengan Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang seperti Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, kepolisian, lapas, BNN, dan media setempat.

4. Kunjungan kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung RI bersama tim sustain usaid dalam rangka kickoff meeting asistensi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di pengadilan kota pangkalpinang pada tanggal 8 sampai 12 oktober 2019.

5. Sosialisasi internal SMAP pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang tanggal 15 oktober 2019 untuk memberi pemahaman apa itu SMAP dan tujuannya kepada seluruh jajaran yang ada di pengadilan negeri kota pangkalpinang.

Selain itu,  Tri Palupi mengatakan Pengadilan Negeri Pangkalpinang juga menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah, adapun sekolah yang sudah dikunjungi yakni SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2, Kota Pangkalpinang.

"Untuk besok sosialisasinya ke SMAN 1 Kota Pangkalpinang, adapun sebagai narasumber dalam kegiatan sosilisasi ini yakni dari hakim ADHOC Tipikor Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Untuk materi kegiatan sosialisasi ini tentang Undang-Undang Anti Korupsi sesuai dengan yang berhubungan dengan SMAP," jelas Tri Palupi kepada Bangkapos.com, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, kegiatan SMAP mulai dicanangkan Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada tanggal 7 oktober 2019 bersamaan dengan keluarnya surat keterangan (SK) Ketua Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang mengenai tim sistem manajemen anti penyuapan (SMAP)

"Tujuan dari adanya sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) ini guna mewujudkan wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) yang menjadi tujuan utama Pengadilan Negeri  Pangkalpinang. Adapun tujuan sosialisasinya guna memberikan pengertian tentang apa itu suap, karena kebanyakan masyarakat termasuk jajaran yang ada di Pengadilan Negeri Pangkalpinang baik itu honorer dan dan pegawai lainnya banyak belum mengetahui apa itu pengertian suap," jelas Tri Palupi

Ia juga berharap adanya dukungan stakeholder dari luar untuk memberikan support atas kegiatan sistem manajemen anti penyuapan ini. (Bangkapos.com/Cr3)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved