Berita Sungailiat

Aktivitas Tambang Ilegal di Sungai Perimping Masih Marak, Plt Kadis ESDM Babel Sebut Penyebabnya

Persoalan pertambangan ilegal di Sungai Perimping Kecamatan Belinyu yang tidak kunjung usai masih menjadi persoalan hingga saat ini.

Aktivitas Tambang Ilegal di Sungai Perimping Masih Marak, Plt Kadis ESDM Babel Sebut Penyebabnya
bangkapos.com/Riki Pratama
Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusbani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Persoalan pertambangan ilegal di Sungai Perimping Kecamatan Belinyu yang tidak kunjung usai masih menjadi persoalan hingga saat ini.

Aktivitas tambang ilegal di Sungai Perimping ini bukan hanya sekali dilakukan penertiban namun telah berulang kali, namun tetap saja para penambang yang awalnya berhenti usai di tertibkan lalu kembali menambang setelah dianggap aman.

Menanggapi persoalan itu, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusbani mengatakan tentunya mereka tidak akan membina tambang ilegal yang mengambil timah, tentunya tindakan aparat dibutuhkan dalam upaya penertiban tersebut.

"Kita sifatnya yang legal dan tidak boleh mebina yang ilegal, ilegal ini ialah aparat tetap berkoordinasi dengan kita, artinya tambang ilegal bukan salah aparat atau Pemerintah, tetapi yang punya IUP harus menjaga wilayahnya, kita sudah kasih izin usaha, sehingga tanggung jawab bila tidak menjaga rumahnya, kalau di ibaratkan rumahnya, orang masuk di biarkan saja, namanya ilegal,"ungkap Rusbani kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Ia menegaskan bahwa dalam aturan menambang di dalam daerah aliran sungai merupakan hal yang tidak diperbolehkan, karena itu sudah jelas ada dalam aturan daerah.

"Kalau di DAS itu ada aturanya bisa di baca tidak apal secara detailnya, secara aturan Perda tidak, boleh di kupas di Perda, tidak boleh menambang di DAS,"lanjutnya

Dia menambahkan persoalan tambang ilegal ini bukan hanya dikeluhkan di negara berkembang namun juga terjadi di negara maju lainya yang memiliki tambang, mereka selalu menghadapi persoalan yang sama mengenai pertambangan ilegal.

"Sekarang gini jangan di negara kita ,negara yang sudah maju setiap ada pertambangan ada ilegal mainingnya, selesai hari ini besok tambah lagi banyak. Masyarakat kita ini notabene adalah penambang orang luar juga banyak menambang di kita, tetapi bagaimana yang enak jangan ribut-ribut dan arogan bukan melegalkan itu, tapi aturan itu di ikuti dahulu, menambanglah yang benar ikut aturanya,"tukasnya

(bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved