DPRD Bangka Belitung Temukan Banyak Kekurangan di RSUP Dr Ir Soekarno

Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung mendatangi RSUP Dr. Ir. Soekarno dan menemukan sejumlah permasalahan.

DPRD Bangka Belitung Temukan Banyak Kekurangan di RSUP Dr Ir Soekarno
Bangka Pos / Hendra
Johansen Tumanggor, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung. 

DPRD Bangka Belitung Temukan Banyak Kekurangan di RSUP Dr Ir Soekarno

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung mendatangi RSUP Dr. Ir. Soekarno dan menemukan sejumlah permasalahan.

Padahal RSUP tersebut merupakan rumah sakit rujukan rumah sakit lainnya yang ada di Bangka Belitung.

Anggota Komisi IV, Johansen Tumanggor mengatakan jika memang RSUP menjadi rumah sakit rujukan harusnya fasilitas dan SDM yang ada butuh ditingkatkan lagi.

"Inikan rumah sakit rujukan seluruh rumah sakit di Bangka Belitung, tapi kita lihat masih ada kekurangannya. Jumlah dokter ada 45 orang, sedangkan dokter spesialisnya baru ada sekitar 20 orang dan juga ruang pasien dan ruang tunggu perlu ditingkatkan lagi," ujar Johansen Tumanggor kepada bangkapos.com, Rabu (23/10/2019).

Dari sisi peralatan yang ada kata Johansen, RSUP Dr. Ir. Soekarno sudah cukup canggih. Bahkan peralatan yang ada tak kalah canggihnya dengan RSCM Jakarta.

RSUP juga sejak tahun 2010 sudah melayani pasien cuci darah. Untuk pemasangan ring jantung pun sudah bisa dilakukan di RSUP ini.

Akan tetapi dikarenakan kurangnya SDM, dokter spesialis beberapa peralatan yang ada tak bisa digunakan. Dan harus dilakukan perawatan kembali.

"Ini kita sayangkan sekali. Kita minta pihak eksekutif nantinya pro aktif terkait kekurangan ini. Kita dukung untuk melengkapi kekurangan ini agar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat kita," kata Johansen.

Selain SDM dokter spesialis, Johansen juga mengharapkan ada peningkatan soal gedung RSUP Dr. Ir. Soekarno.

Pasalnya kondisi saat ini kurang memadai. Padahal RSUP masuk kelas B dan setara dengan rumah sakit bintang 5.

Jumlah bed untuk pasien yang tersedia hanya sebanyak 118 unit dan 12 ruangan perawatan.

"Ini kan rumah sakit rujukan. Jumlah bed hanya 118 dan 12 ruangan perawatan itu kurang. Kemudian ruang tungggu keluarga pasien juga harus ada. Kita minta untuk penambahan gedung juga agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujar Johansen.

(Bangkapos.com / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved