Breaking News:

Kisah Soeharto Pernah Diminta Menjabat Lagi Sebelum Tumbang dari Jabatannya, Lalu Sebut Sabda Alam

Sebelum Tumbang Jabatannya, Soeharto Pernah Diminta Menjabat Lagi, Langsung Sebut Soal Sabda Alam

Kolase via TribunWow
Sebelum Tumbang Jabatannya, Soeharto Pernah Diminta Menjabat Lagi, Langsung Sebut Soal Sabda Alam 

Suatu ketika, Soeharto hendak meresmikan pompa air tanah di Caruban, Madiun, Jawa Timur.

Saat itu, di sepanjang perjalanan dia ditemani oleh Wahono yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.

Menjelang di Caruban, konvoi berjalan lambat.

Viral Posisi Aneh Kaki Presiden Jokowi saat Umumkan Nama Para Menteri Buat Netizen Heran & Ngilu

Ternyata di tepi jalan, ada ribuan bocah SD yang melambaikan sejumlah bendera merah putih berukuran kecil.

Soeharto kemudian menurunkan kaca jendela mobil yang ditumpanginya.

Soeharto lalu tersenyum, dan melambaikan tangannya.

Namun, tiba-tiba saja sebuah pertanyaan meluncur dari mulut Soeharto.

"Pak Gub, orang mengira saya senang dielu-elukan dan disoraki anak-anak ini, padahal hati saya tidak bergitu. Kenapa, coba?" tanya Soeharto seperti yang ditirukan oleh Kunarto.

Ditanya seperti itu, Wahono rupanya hanya terdiam, dan tidak mengeluarkan jawaban sama sekali.

Suami Tengah Asyik Kencan sama Selingkuhannya di Kamar Kos di Surabaya, Sang Istri Lakukan Ini

Beberapa saat kemudian, Soeharto melanjutkan perbincangannya.

"Yang ada di pikiran saya, sepuluh tahun lagi mereka akan memasuki pusaran kerja. Jika mereka sulit mendapat kerja, mereka akan mengecam saya. Memang sekarang kelihatannya lucu-lucu, tetapi sepuluh tahun lagi tuntutannya banyak sekali," lanjut Soeharto kala itu.

Pembicaraan itu sempat terhenti saat mereka tiba di tempat acara.

Selain itu, mereka juga sempat bertemu dengan para peserta Kelompencapir.

Pembahasan masalah itu kembali terjadi begitu acara selesai.

Wahono yang berusaha menenangkan Soeharto, menanggapi masalah bocah SD tersebut.

Gisel Mengaku Cemas Kalau Sampai Gempi Lihat soal Video Syur Mirip Dirinya, Ini Penjelasannya

"Yang nanti, dipikir nanti sajalah Pak," ucap Wahono.

Mendapatkan jawaban seperti itu, Soeharto malah menyanggahnya.

"Lho ya ndak (tidak) bisa begitu toh, Pak Gub. Kita tidak boleh meninggalkan bom waktu pada pengganti kita. Itu sama saja berbuat tanpa mau bertanggung jawab. Yang benar itu ya sekarang ini direncanakan dan dikendalikan. Stop produksi anak, misalnya. Galakkan transmigrasi dan seterusnya. Jadi sejak kecil anak-anak sudah siap menghadapi kenyataan," sanggah Soeharto.

Soeharto kemudian masih melanjutkan pembicaraan itu.

"Buat saya, banyak penduduk itu tidak apa, asal mereka penduduk yang produktif dan tidak membebani negara. Penduduk banyak itu sebenarnya kekuatan, sepanjang mereka mampu bekerja dan membangun. Tetapi kalau cuma bisa makan dan menganggur, mereka akan menjadi beban selamanya," tandas Soeharto.

Apa yang menjadi kekhawatiran Soeharto itu rupanya terbukti di kemudian hari.

Viral Video Syur Mirip Gisel Beredar di Medsos, Sang Pacar Wijin Kesal hingga Gisel Beber Bantahan

Tepatnya, saat kekuasannya tumbang.

Indonesia dilanda krisis ekonomi, dan bermunculan banyak pengangguran.

Tidak hanya itu, masih menurut Kunarto, banyak cercaan yang diterima Soeharto saat gerakan reformasi meletus di tahun 1998.

"Setelah itu berbagai cercaan dilontarkan kepada Pak Harto. Sakit hati betul saya. Hujatan-hujatan itu semuanya mencampakkan begitu saja jasa-jasa Pak Harto selama masa-masa beliau memimpin pembangunan bangsa ini dari berbagai sisi kehidupan rakyat," kata Kunarto.

Pengakuan mantan pengawal soal jumlah uang Soeharto

Soeharto menjadi Presiden Indonesia yang kedua setelah kekuasaan Soekarno tumbang.

Kekuasaan Soeharto selama menjadi presiden terbilang cukup lama, yaitu selama 32 tahun.

Detik-detik Baju Gibran Ditarik Paspampres saat Dekati Presiden Jokowi, Terekam Kamera Wartawan

Pada tahun 1998, kekuasaan Soeharto mulai goyah.

Hingga pada puncaknya, kekuasaan Soeharto benar-benar jatuh pada Mei '1998.

Meski telah jatuh, namun Soeharto masih meninggalkan kenangan bagi sejumlah orang, tidak terkecuali para pengawalnya.

Satu di antaranya adalah Letjen TNI Purnawirawan Soegiono.

Dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories" yang diterbitkan pada tahun 2012, Soegiono mengaku pernah menjadi ajudan Soeharto.

Saat dipilih, dia sedang menjabat sebagai Komandan Brigade Lintas Udara 17 Kostrad.

CURHAT Tetty Paruntu Dipanggil ke Istana Tapi Tak Ditemui Jokowi, Diundang Via WA, Ini Kronologisnya

Soegiono mengaku memiliki sejumlah kenangan selama menjadi ajudan Soeharto.

Satu di antaranya terkait pakaian yang dikenakan oleh Soeharto.

Menurutnya, Soeharto merupakan orang yang bandel apabila sudah berurusan dengan pakaian kesayangannya.

"Beberapa kali saya meminta pengurus rumah tangga agar menyimpan saja celana dan kaus golf Pak Harto yang usang, tetapi beliau malah menanyakan celana dan kaus yang biasa dipakainya," ujar Soegiono dalam buku itu.

Tidak hanya itu, Soeharto kemudian meminta kaus barunya yang sudah disiapkan Soegiono di dalam koper untuk dikeluarkan.

Bukannya dikenakan, kaus-kaus baru itu justru dibagikan Soeharto kepada staf yang lainnya.

Sehingga, Soeharto tetap mengenakan kaus yang lama saat bermain golf.

Kisahnya Viral, Si Pria Ngungsi Mandi di Hotel, Tak Sengaja Lihat Pacar Selingkuh sama Pria 50 Tahun

Oleh karena itu, Soegiono pun heran saat banyak orang yang menghujat Soeharto.

"Cobalah kita pikirkan kembali, siapakah yang menikmati apa yang sudah diperjuangkan Pak Harto selama hidupnya,selain kita semua?" kata Soegiono.

Selain itu, menurut Soegiono juga masih ada orang yang menuduh Soeharto menyimpan uang triliunan.

"Malah saya juga dibilang sebagai penyimpan uang Pak Harto. Saya berani katakan bahwa saya tahu persis berapa besar uang yang dimiliki Pak Harto," ucap Soegiono.

Soegiono mengungkapkan, Soeharto memiliki rasa kepedulian terhadap banyak hal yang terkait kemanusiaan.

Viral Pesona Selir Raja Thailand, Ambisinya Ingin Singkirkan Ratu Malah Dicopot dari Gelar Selirnya

Di antaranya kesejahteraan keluarga para veteran, keluarga prajurit, pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, pemberdayaan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Soegiono berpendapat semua yayasan yang dimiliki Soeharto memang ditujukan untuk hal itu.

"Ketika orang lain mencerca yayasan-yayasannya tersebut, Pak Harto pun bergeming. Bahkan, hebatnya, Pak Harto tidak pernah marah atas hujatan-hujatan itu," tandas Soegiono.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Sebelum Tumbang Jabatannya, Soeharto Pernah Diminta Menjabat Lagi, Langsung Sebut Soal Sabda Alam

Ruben Hadiahkan Tempat Ini Buat Ultah Nikah, Betrand Peto Malah Bengong Lihat Ekspresi Sarwendah ini

Suami Kaget Bereaksi Tanpa Kata, Si Istri Ketahuan Berduaan dengan Pria Lain saat Ditinggal Kerja

Nia Daniaty Puji Hotman Paris & Nikita Mirzani, Soal Harta Gono-Gininya sama Farhat Abbas Terungkap

Tante Tiara Dirampok Rp 31 Juta, Pelaku Malah Dapat Pelukan si Korban: Jangan Dihukum, Tante Sayang

Ini Dia Kode Rahasia Pramugari Ketika Ada Penumpang Tampan di Pesawat, Four Days in Denmark

Berdurasi 40 Detik, Video Siswi Pramuka Berhubungan Badan Viral di WhatsApp (WA)

Pejabat BNI, Faradiba Yusuf Bobol Tabungan Nasabah Rp 124 M, Foya-foya dan Servis Pacar

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved