Rabu, 22 April 2026

Nenek Lemas Tak Bisa Lepas 3 Cincin di Jarinya, Minta Bantuan Damkar

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, mendapat kasus menarik saat kantornya didatangi seorang nenek hari ini

Editor: khamelia
Dokumentasi Damkar Tangsel
Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019). 

Seorang petugas damkar terlihat mengenakan kacamata dan hati-hati memotong cincin menggunakan gerinda yang suaranya terdengar cukup keras.

BANGKAPOS.COM-- Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, mendapat kasus menarik saat kantornya didatangi seorang nenek hari ini, Rabu (23/10/2019).

Danru Rescue Damkar Tangsel, Darussalam, mengatakan, nenek tersebut datang ke kantor para penjinak api itu di bilangan Serpong Utara, dalam keadaan lemas diantar keponakannya.

Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019)
Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019) (Dokumentasi Damkar Tangsel)
//

"Saya sampe enggak nanya nama neneknya, dia datang sudah lemas," ujar Darussalam saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (23/10/2019).

Nenek tersebut meminta tim rescue untuk melepaskan tiga cincin yang melingkar di jari manis kanannya.

//

Darusalam mengatakan, nenek tersebut mengaku tiga cincin itu sudah ia pakai selama beberapa tahun.

Namun baru dua minggu belakangan ia merasa sakit.

Pasalnya jari manis si nenek jadi bengkak dan terlihat membiru karena aliran darah yang tidak lancar.

"Pas datang jarinya sudah pada bengkak itu, Bang," ujarnya.

Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019).
Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019). (Dokumentasi Damkar Tangsel)

Akhirnya tim rescue langsung mengambil tindakan dengan berusaha memotong ketiga cincin itu menggunakan gerinda mini.

Agar tidak menyentuh kulit, di antara cincin dan kukit diselipkan plat tipis.

"Alhamdulillah tadi selesai 40 menitan evakuasi," ujarnya.

Dalam video yang diunggah Damkar Tangsel di Instagramnya, sang nenek yang mengenakan kerudung ping dan baju batik terlihat diam saat tim rescue sedang mengurus tangannya.

Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019).
Proses evakuasi pelepasan cincin seorang nenek di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, di bilangan Serpong Utara, Rabu (23/10/2019). (Dokumentasi Damkar Tangsel)

Sementara seorang petugas damkar terlihat mengenakan kacamata dan hati-hati memotong cincin menggunakan gerinda yang suaranya terdengar cukup keras.

Tiga cincin itu merupakan berbahan titanium, alloy dan emas muda.

"Kita gerinda, pakai gerinda mini sampai cincinnya putus. Sebelumnya, si nenek sudah minum obat pengempis bengkak tapi enggak bisa juga," ujarnya.

Setelah digerinda, ketiga cincin itu terlihat sudah tidak berbentuk lingkaran sempurna alias kondisi terpotong.

Si nenek pun gembira karena sudah tidak merasa seperti terjepit akibat tiga cincin itu.

Kejadian Serupa

Kakek 107 Tahun Mengaduh, Cincin yang Dipasang Cucu Akhirnya Bisa Dilepas

Kakek Lami (107) kini kembali lega setelah cincin yang tersangkut di jarinya berhasil dilepas personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur.

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan cincin yang tersangkut di jari kakek Lami disematkan seorang cucunya sejak tiga bulan lalu.

"Tiga bulan lalu cucunya salah memasukkan cincin ke jari kakek H. Lami yang penglihatannya sudah termakan usia. Cincinnya tidak bisa dilepas," kata Gatot di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (29/9/2019).

Keluarga besar kakek Lami sudah berupaya mendatangi dokter guna meminta bantuan melepaskan cincin yang tersangkut.

Upaya keluarga gagal sehingga beralih menyambangi markas Sudin KPKP Jakarta Timur di Jalan Matraman Raya, Kecamatan Matraman.

"Cincinnya tersangkut di jari tengah kiri korban. Korban tadi datang diantar sejumlah keluarganya, Alhamdulillah cincinnya berhasil dilepas," ujarnya.

Petugas Sudin PKP Jakarta Timur melepaskan cincin menggunakan sejumlah perkakas, dimulai pukul 12.32 WIB dan selesai pukul 13.30 WIB.

Anggota keluarga kakek Lami yang mendampingi ke markas Sudin PKP Jakarta Timur pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Kepada anggota pemadam Jakarta Timur, saya mengucapkan ribuan banyak terima kasih karena sudah membantu menolong membuka cincin. Sudah di mana-mana dicoba tapi enggak bisa, ternyata di sini bisa," tutur seorang keluarga kakek Lami.

Sebagai informasi, hingga selama September tercatat sudah tiga kali Sudin PKP Jakarta Timur membantu pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.

Sebelumnya Anak Kecil

Sebelum Kakek Lami, seorang ibu mengantar putrinya, Anisa Pujagayo (7) ke Kantor Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur.

Masih berseragam Pramuka, bocah perempuan kelas 1 SD Kebon Manggis 08, Matraman, Jakarta Timur ini minta dibantu melepaskan cincin di jarinya.

Pasalnya, cincin emas yang berada di jari manis tangan kiri Anisa tak dapat terlepas dua hari belakangan ini.

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan Anisa dan ibunya datang ke kantor ketika hendak berangkat sekolah.

"Tadi datang sama ibunya untuk evakuasi pelepasan cincin. Selama evakuasi anaknya nangis juga," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (25/9/2019).

Cincin yang tersangkut di jari manis AP di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (25/9/2019)
Cincin yang tersangkut di jari manis AP di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (25/9/2019) (Sudin PKP Jakarta Timur)

Warga Berland, Matraman, Jakarta Timur menjelaskan jika anaknya saat ini sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS).

Sehingga meminta bantuan Sudin PKP Jakarta Timur sejak pagi agar anaknya tetap bisa mengerjakan soal tanpa merasakan sakit.

"Cincin kita lepas dengan cara dipotong. Tangisan anaknya baru usai setelah evakuasi berakhir dan anaknya sudah bisa berangkat ke sekolah untuk ikut UTS," tandas Gatot.

Pemuda Ini Datangi Kantor Damkar Depok Minta Tolong Lepaskan Cincin yang Bikin Jari Bengkak

Petugas Damkar Kota Depok mengevakuasi jari pemuda yang bengkak akibat terjepit cincin.
Petugas Damkar Kota Depok mengevakuasi jari pemuda yang bengkak akibat terjepit cincin. (Damkar Kota Depok)

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok kembali melakukan penyelamatan.

Kali ini seorang pemuda datang ke Kantor Damkar Kota Depok, Cilodong, dengan jari yang terjepit cincin tembaga.

Kepala Dinas Damkar Kota Depok Gandara Budiana mengatakan, pemuda tersebut meminta pertolongan petuas lantaran kesulitan melepaskan cincin di jari tengah tangan kirinya.

Ketika datang, jari tengah pemuda tersebut sudah bengkak lantaran ia sempat mencoba melepaskannya lebih dulu menggunakan minyak pelumas hingga sabun.

“Dia sudah upaya untuk dibuka ternyata tidak bisa juga, pakai minyak, sabun. Tapi jarinya bengkak hingga semakin sulit dilepas,” ujar Gandara dikonfirmasi kejadian tersebut, Jumat (13/9/2019).

Buntutnya, petugas pun memotong cincin yang melilit di jari pria tersebut menggunakan gerinda kecil hingga akhirnya bisa dilepaskan.

“Sekira 30 menit, cincinnya dipotong pakai gerinda kecil milik kami. Karena jarinya sudah bengkak dan harus dipotong cincin tembaganya,” tambahnya.

Terakhir, Gandara mengatakan bahwa tugas Damkar bukan hanya melakukan pemadaman api, tapi juga penyelamatan yang lainnya.

“Jujur saya pun enggak tahu kenapa dia memilih minta tolong ke Damkar, tapi memang kami punya rescue yang selalu siap kapanpun masyarakat membutuhkan. Jadi Damkar itu bukan hanya memadamkan api, tapi kami juga tangkap ular, menyelamatkan orang tercebur sumur, terus sekarang nolongin orang yang jarinya terjepit cincin,” pungkasnya.

Ikuti Saran Dokter, Rio Minta Bantuan Pemadam Lepas Cincin yang Nyangkut di Jari Manisnya

Rio (kiri) saat menunujukkan cincin yang berhasil dilepas personel Sudin PKP Jakarta Timur, Senin (9/9/2019).
Rio (kiri) saat menunujukkan cincin yang berhasil dilepas personel Sudin PKP Jakarta Timur, Senin (9/9/2019). (ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur )

Rio (24), tak menyangka anjuran dokter agar meminta bantuan ke pemadam kebakaran guna melepas cincin yang menyumbat aliran darah di jari manis tangan kirinya berujung manis.

Berkat bantuan lima personel Sudin Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, cincin berbahan titanium yang tersangkut berhasil dilepas.

"Korban mencoba pergi ke dokter untuk melepas cincin, namum tidak berhasil dan dokter menyarankan datang ke pemadam untuk tindakan pelepasan," kata Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman di Matraman, Senin (9/9/2019).

Ketika tiba di markas Sudin PKP Jakarta Timur, personel yang bertugas segera memeriksa kondisi jari manis guna kelancaran evakuasi.

Gatot menuturkan proses evakuasi cincin berbahan titanium dari warga Kecamatan Jatinegara itu berlangsung cukup lama karena harus dilakukan secara presisi.

"Kita mulai evakuasi pukul 18.20 WIB, selesai pukul 19.35 WIB. Alhamdulillah cincinnya berhasil dilepas dan jari korban enggak terluka sewaktu cincin digergaji," ujarnya.

Rio sendiri berterima kasih dan memuji kerja personel Sudin PKP Jakarta Timur yang sudah membantu meski permintaannya terbilang unik.

 

Dia bahkan merekomendasikan warga yang mengalami nasib serupa meminta pertolongan pemadam kebakaran untuk menyelesaikan masalahnya.

"Bagus, kerjanya juga cepat. Enggak mandang orang. Kalau misalnya ditangani dokter enggak bisa mending ke pemadam kebakaran," puji Rio kepada personel Sudin PKP Jakarta Timur.

Bagi Sudin PKP Jakarta Timur, Rio bukan warga pertama yang meminta bantuan karena tak bisa melepas cincin yang tersemat di jemari.

Gatot menyebut jajaran Sudin PKP Jakarta Timur bahkan siap jemput bola bila warga butuh bantuan melepas cincin namun tak bisa datang ke markas mereka.

"Bila memang korban tidak bisa datang damkar siap jemput bola ke korban. Bisa menghubungi call center kita di 112 atau 021 8590 4904, atau 021 858 2150. 100 persen gratis," kata Gatot.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Datangi Kantor Damkar Tangsel, Seorang Nenek Lemas Tak Bisa Lepas 3 Cincin di Jarinya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved