Selir Sineenat Dipecat Raja Maha Vajiralongkorn Gara-gara Sejajarkan Dirinya dengan Ratu

Sineenat Wongvajirapakdi dijadikan "selir resmi", tetapi dia dihukum karena berusaha menaikkan dirinya "sejajar dengan ratu".

Selir Sineenat Dipecat Raja Maha Vajiralongkorn Gara-gara Sejajarkan Dirinya dengan Ratu
YouTube ProGressTH 789
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn saat melantik mantan pacar jadi selir kerajaan di hadapan istri sah. 

Pada Juli lalu, Sineenat Wongvajirapakdi dijadikan "selir resmi", tetapi istana menyatakan dia dihukum karena berusaha menaikkan dirinya "sejajar dengan ratu".

BANGKAPOS.COM  - Raja Thailand membuat terkejut para pengamat pada hari Senin (21/10) dengan mencabut gelar selir, hanya beberapa bulan setelah pemberian gelar kehormatan tersebut.

Pada Juli lalu, Sineenat Wongvajirapakdi dijadikan "selir resmi", tetapi istana menyatakan dia dihukum karena berusaha menaikkan dirinya "sejajar dengan ratu".

Bagi sejumlah pengamat, kejatuhannya mewakili arah monarki Thailand di samping dugaan pelanggaran yang ia lakukan.

Raja baru, Raja Maha Vajiralongkorn naik takhta pada 2016 ketika ayahnya meninggal - hukum lese-majeste negara itu melarang kritik apa pun terhadap monarki dan pelanggarnya dapat dikenai hukuman penjara berat.

Apa yang dimaksud dengan selir?

Selir pada umumnya mengacu kepada istri, suami, atau pendamping seorang raja atau ratu yang sedang berkuasa - tetapi dalam kasus Thailand "selir kerajaaan" adalah istilah yang dipakai bagi pendamping atau pasangan selain istri raja.

Disebut Suami Jelek dan Gemuk, Wanita Ini Balas Dendam hingga Buat Sang Suami Terkagum-kagum

Sineenat, 34 tahun, adalah selir kerajaan pertama di Thailand dalam periode hampir satu abad.

Dirinya diberikan gelar tersebut pada Juli, menjadikannya pandamping resmi raja tidak lama setelah Raja Maha Vajiralongkorn menikahi istri keempatnya, Ratu Suthida.

Berdasarkan sejarah, poligami dan memiliki selir digunakan monarki Thailand untuk memastikan dukungan keluarga kuat di berbagai provinsi dari kerajaan besar.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved