Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Kenapa Berani Lawan Luhut, Inikah Alasan Jokowi Ganti Menteri Kelautan?

Presiden Jokowi resmi mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, Rabu (23/10/20I9). Namun nama Susi Pudjiastuti tidak ada.

Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Kenapa Berani Lawan Luhut, Inikah Alasan Jokowi Ganti Menteri Kelautan?
kompas
TERUNGKAP Alasan Presiden Jokowi Depak Susi Pudjiastuti hingga Kini Menko Punya Hak Veto. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 

Bu Susi, salam cinta dari saya yang mengagumi kepribadian anda. Seruput kopinya..

Denny Siregar.

Akui Berani Lawan Atasannya 

Tulisan Denny Siregar memang senada dengan pengakuan Susi Pudjiastuti pada media di akhir masa jabatannya.

Di akhir masa tugasnya Susi juga buka-bukaan kenapa berani melawan atasannya, Menko Luhut.

Susi mengatakan, perbedaan pendapat itu adalah hal yang lumrah.

Dia bilang, tidak ada yang aneh soal itu.

Namun sebut dia, tidak semua apa kata atasan harus diikuti.

"Berbeda pendapat itu biasa. Jangan ikut-ikut apa kata orang, saran orang, termasuk tentunya atasan.

Nanti kalau Anda dituntut pertanggungjawaban atas pekerjaan Anda tidak bisa (karena ikut kata atasan), bagaimana?" ucap Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Gisella Anastasia Nonton Video Syur Mirip Dirinya, Awalnya Nggak Mau, Geli Ya Nonton Begituan

Alih-alih mengikuti apa kata atasan, dia lebih memilih mengikuti prinsip yang dianggapnya benar.

Sekalipun itu dianggap keras kepala.

"Ya lebih baik saya keras kepala mempertahankan prinsip dan tahu pasti bahwa itu benar, dan saya akan tanggung jawab," kata Susi.

Dengan begitu kata Susi, seseorang akan lebih bertanggungjawab dan siap disalahkan bila memang hal itu merugikan mayoritas masyarakat.

"Jadilah saya siap disalahkan, tapi saya harus lakukan dulu.

Kalau sudah benar, ya sudah," ungkapnya.

Susi mengaku, setiap kebijakan yang dia ambil sudah dia pikirkan matang-matang dan berdasarkan hasil analisa.

Dalam mengeluarkan kebijakan, Susi berusaha untuk melihatnya tidak hanya dengan mata, mendengarnya tidak hanya dengan telinga, dan merasa tidak hanya dengan tangan.

"Saya bukan orang yang spontan dan just do it tanpa ada analisa.

Sebetulnya banyak thinking, dan banyak proses bertanya dalam kepala saya, sebelum saya keluarkan sesuatu ke publik.

So far saya tidak pernah menyesal dengan sesuatu yang sudah saya keluarkan," pungkasnya.

Susi Pudjiastuti Teteskan Air Mata

Ada suasana haru saat Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jilid 1 Susi Pudjiastuti menyerahterimakan jabatannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Edhy Prabowo.

Susi Pudjiastuti terlihat meneteskan air mata saat Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo membacakan puisi dari sebuah karikatur.

Adapun karikatur bergambar laut, ikan, dan wajah Susi itu merupakan kenang-kenangan untuk wanita asal Pangadaran ini dari para penjabat eselon I KKP dan warga KKP seluruhnya.

Berdurasi 40 Detik, Video Siswi Pramuka Berhubungan Badan Viral di WhatsApp (WA)

Setelah mendapat karikatur, Susi dan Edhy Prabowo menerima jabatan tangan tanda ucapan selamat dan terimakasih dari para penjabat dan karyawan di lingkup Kementerian.

Adapun dalam sambutannya saat serah terima jabatan, Susi mengaku senang karena yang menggantikannya adalah sosok yang dia kenal.

Artinya, Edhy sudah tahu perjuangan dan persoalan di Kementerian yang sebelumnya dia pimpin.

"Perubahan adalah hal yang biasa. Tapi saya senang yang masuk ke KKP bukan orang asing.

Dia (Edhy) adalah orang yang biasa saya ketemu beberapa bulan sekali. Kadang minum kopi bareng," kata Susi Pudjiastuti di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dengan begitu, kata Susi, kekhawatiran laut tidak sejahtera dan berdaulat hilang.

Susi percaya, laut akan terus berdaulat, berkelanjutan, dan sejahtera.

"Kekhawatiran saya hilang. Pak Edhy bukan orang lain.

Dari Sekjen, Dirjen, sampai Eselon III juga kenal semua. KKP ini adalah my passion in the last five years.

Cinta saya, kerja keras saya, semua akan dilanjutkan Pak Edhy," pungkasnya.

Menko Punya Hak Veto

Namun kejadian menteri membantah menko seperti yang terjadi antara Luhut dan Susi kemungkinan besar tak terulang lagi di Kabinet Indonesia Maju.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan menko mempunyai hak veto yang bisa membatalkan kebijakan kementerian yang bertentangan dengan kebijakan kemenko.

"Menko itu nanti punya kewenangan mengkoordinasikan, mengendalikan dan memiliki hak veto terhadap kebijakan kementerian," ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Inilah Menteri Termiskin di Era Soekarno dan Soeharto, Atap Rumahnya Bocor, Berobat Tak Ada Ongkos

Kebijakan kementerian yang bisa di veto oleh Menko kata Luhut, yakni kebijakan yang bertentangan dengan arah kebijakan yang diambil di tingkat Menko.

"Jadi saya pikir peran kita banyak," kata dia.

Belum lagi nantinya ungkap Luhut, beberapa kementerian juga akan masuk dalam koordinasi Kemenko Kemaritiman.

Bahlil Lahadalia Mantan Sopir Angkot dari Keluarga Miskin yang Kini Jadi Kepala BKPM

Hal ini terjadi lantaran nanti nomenklatur Kemenko Kemaritiman akan berganti jadi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

"Harus lebih kompak.

Nanti akan ada penambahan deputi dan ada beberapa kementerian lagi yang masuk di kita.

Kalau saya enggak keliru, ada 6-7 kementerian yang ada di sini," kata dia.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul TERUNGKAP Alasan Presiden Jokowi Depak Susi Pudjiastuti hingga Kini Menko Punya Hak Veto

Penulis: tidakada006
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved