Tersangka Curanmor di Bukit Intan Rela Rogoh Kocek Rp 2 Juta Demi Modifikasi Motor Curian

Polres Pangkalpinang gelar konferensi pers usai berhasil menangkap MH yang merupakan tersangka kasus pencurian, Kamis (24/10/2019).

Tersangka Curanmor di Bukit Intan Rela Rogoh Kocek Rp 2 Juta Demi Modifikasi Motor Curian
Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy
Konferensi pers tersangka MH di Polres Pangkalpinang, Kamis (24/10/2019) 

Tersangka Curanmor di Bukit Intan Rela Rogoh Kocek Rp 2 Juta Demi Modifikasi Motor Curian

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Pangkalpinang gelar konferensi pers usai berhasil menangkap MH yang merupakan tersangka kasus pencurian, Kamis (24/10/2019).

Tersangka MH ditangkap setelah 11 bulan menjadi buronan. MH melakukan pencurian satu unit sepeda motor Vespa pada 18 November 2018 di samping SMA THB Kecamatan Bukit Intan.

Kabag Humas Ipda Sianturi seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono mengatakan, tersangka MH melakukan pencurian saat jam belajar sekolah.

"Jadi saat jam belajar sekolah, saat itu korban mau pulang kerumah. Tapi saat diliat di parkiran itu motor sudah tidak ada, korban ini sempat nyari sebelum akhirnya melaporkan ke Polres Pangkalpinang," ujar Ipda Sianturi.

Namun Unit Opsnal Satreskrim Polres Pangkalpinang membutuhkan 11 bulan untuk dapat mengungkap kasus pencurian tersebut.

Tim berhasil menangkap tersangka pada Kamis 17 Oktober 2019 setelah mendapatkan informasi, jika tersangka berada di rumahnya di Kecamatan Pangkalan Baru.

Setelah memastikan informasi tersebut, tim langsung menangkap tersangka curanmor di rumah milik orangtua tersangka.

"Dilakukan penangkapan dilakukan interogasi dan mengakui bahwa MH melakukan pencurian karena motor itu antik," lanjutnya.

Saat wawancara dengan Bangkapos.com, MH mengakui perbuatannya karena ingin memiliki motor Vespa yang menurutnya antik tersebut.

Bahkan MH rela merogoh kocek sekitar Rp 2 juta rupiah untuk melakukan modifikasi terhadap motor curian tersebut.

"Iya karena ingin memiliki motor antik. Saat itu gak ada kuncinya, lalu saya dorong sekitar dua meter baru saya engkol bawa motor itu. Awalnya warna biru, itu saya ubah buat dipake sehari-hari," tutur MH.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka yaitu satu unit sepeda motor merek Vespa 150 CC BN 2382 PM  No. Rangka VBCI-487805 warna merah yang sudah dirubah warnanya.

Sementara itu atas perbuatannya tersangka MH dijerat pasal 362 KHUP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved