Festival Karang Lintang Untuk Memperkenalkan Potensi Wisata di Belinyu

Festival Karang Lintang kembali dilaksanakan di Pantai Lepar, Belinyu Kabupaten Bangka, pada Jumat (25/10/2019) siang.

Festival Karang Lintang Untuk Memperkenalkan Potensi Wisata di Belinyu
Bangkapos/Riki Pratama
Festival Karang Lintang kembali dilaksanakan di Pantai Lepar, Belinyu Kabupaten Bangka, pada Jumat (25/10/2019) siang, Wakil Bupati Syahbudin membuka dengan memukul gendang dihadapan tamu yang hadir. 

Festival Karang Lintang Untuk Memperkenalkan Potensi Wisata di Belinyu

BANGKAPOS.COM - Festival Karang Lintang kembali dilaksanakan di Pantai Lepar, Belinyu Kabupaten Bangka, pada Jumat (25/10/2019) siang.

Dalam tahun kedua pelaksanaan Festival Karang Lintang ini, menampilkan suku Lom Mystical Zone yang merupakan suku tertua di Bangka.

Selain itu, dalam Festival tahunan ini banyak perlombaan serta event yang dilaksanakan, dari 25-27 Oktober 2019.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin membuka kegiatan tersebut, ia mengharapkan Festival ini dapat memperkenalkan potensi Belinyu di mata masyarakat luar.

"Ini Memasuki tahun kedua, ini bukti komsisten generasi muda, dalam merespon segudang keunikan agar bisa dinikmati wisatawan lokal dan mancanegara, jadikanlah pengalaman sebagai motivasi untuk terus menggali potensi, berkarya mengangkat kekayaan budaya masyarakat Bangka,"ungkap Syahbudin.

Ia menambahkan, menambahkan dengan adanya Festival ini diharapkan bisa menghibur dan memperkenalkan Kecamatan Belinyu dan Riausilip yang memiliki tempat idaman untuk berwisata.

"Kegiatan ini untuk menggandeng seluruh lapisan masyarakat, karena kegiatan memperkenalkan Belinyu dan Riausilip baik dari wisata kuliner dan alam, diharapkan jadi tolak ukur bahwa Belinyu dan Riausilip patut dibanggakan,"ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Asep Setiawan mengatakan, bahwa kedepan perlu digagas bahwa Festival ini lebih fokus kepada kebudayaan melalu dan keberadaan suku lom di Bangka.

"Kita harus menampilkan melayu jangan menampilkan yang punya kita saja ada pembanding seperti jejak jelajah suku lom kondisinya bagaimana, bahwa kita memiliki suku lom diharapkan semuanya cerita terkait suku lom,"ungkapnya.

Ia menambahkan pihak Dinas akan memberikan dorongan dan menyempurnakan Festival ini kedepanya agar menjadi lebih baik lagi.

"Kalau kami sebagai pendorong untuk menyempurnakan kegiatan ini, tentu harapanya untuk tumbuh berkembang dari generasi paling bawah hingga atas untuk terus melestarikan kebudayaan, nilai budaya serta karateristik yang diangkat dan dijual kedepanya,"harapnya.

Dalam Festival itu turut dilaksanakan, evan lainya, seperti Color Run, Bike Camp, Drama Karang Lintang, Tari Tradisonal Kontenporer, Donor Darah, E Sport, Permainan Tradisional, Kampung Karang Lintang, Silat Ganda, Festival Band, Festival Kuriner, Foto On The Spot dan rekor muri.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Babel Rifai, Anggota DPD Babrl Alexander Frasiskus, perwakilan dari Kementrian Pariwisata, toko masyarakat, toko budaya serta unsur muspida lainya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved