Ini Makna Festival Karang Lintang di Belinyu

Festival Karang Lintang masuk tahun kedua pelaksanaanya, belum banyak diketahui terkait makna dari Karang Lintang, yang diartikan

Ini Makna Festival Karang Lintang di Belinyu
Bangkapos/Riki Pratama
Wakil Bupati Bangka Syahbudin bersama tamu serta unsur muspida lainya berfoto bersama di depan replika rumah suku lom, suku tertua di Bangka, foto diambil, Jumat (25/10/2019). 

Ini Makna Festival Karang Lintang di Belinyu

BANGKAPOS.COM -- Festival Karang Lintang masuk tahun kedua pelaksanaanya, belum banyak diketahui terkait makna dari Karang Lintang, yang diartikan oleh masyarakat Belinyu sebagai nama tempat atau jalur perbatasan penyebaran ajaran islam.

Panitia kegiatan Festival Karang Lintang, Rizan Refian, mengatakan banyak versi yang mengatakan terkait makna Karang Lintang, namun yang mereka ketahui karang lintang merupakan nama daerah atau lintang karang, jalur atau titik masuknya agama islam.

"Dia merupakan titik, atau setelah kami pelajari secara ilmiah, karang Lintang Lintang merupakan garis mistis suatu daerah perbatasan antara orang yang belum punya agama masih kepercayaan nenek moyang, dan orang penyebaran agama islam,"ungkap Rizan kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).

Namun, menurut Rizan, banyak versi yang memaknai terkait Karang Lintang, namun mereka yakini, itu merupakan nama tempat daerah nama garis gaib batas wilayah, dari pembelajaran karang lintang itu sejenis perboden of islam jalur masuknya islam di area karang lintang.

"Kalau di Belinyu ini ada di Berok, Kampung Gudang karena disitu ada darah keturunan habaib atau arab, daerah itu juga punya masjid tertua, karang lintang ini membatasi penyebaran agama islam, ada istilah orang dahulu siapa yang melewati batas itu ngerebes (lepas) ilmunya,"ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Festival Karang Lintang kembali dilaksanakan di Pantai Lepar, Belinyu Kabupaten Bangka, pada Jumat (25/10/2019) siang.

Dalam tahun kedua pelaksanaan Festival Karang Lintang ini, menampilkan suku Lom Mystical Zone yang merupakan suku tertua di Bangka.

Selain itu, dalam Festival tahunan ini banyak perlombaan serta event yang dilaksanakan, dari 25-27 Oktober 2019.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin membuka kegiatan tersebut, ia mengharapkan Festival ini dapat memperkenalkan potensi Belinyu di mata masyarakat luar.

"Ini Memasuki tahun kedua, ini bukti konsisten generasi muda, dalam merespon segudang keunikan agar bisa dinikmati wisatawan lokal dan mancanegara, jadikanlah pengalaman sebagai motivasi untuk terus menggali potensi, berkarya mengangkat kekayaan budaya masyarakat Bangka,"ungkap Syahbudin. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved