Kriminalitas

Sonia-Lukri Terbukti Aborsi, Hakim PN Sungailiat Vonis 4 Tahun 6 Bulan untuk Sang Ibu

Sonia, ibu bayi dinyatakan terbukti melakukan aborsi bayinya sendiri, dijatuhi vonis 4 tahun dan 6 bulan penjara

Sonia-Lukri Terbukti Aborsi, Hakim PN Sungailiat Vonis 4 Tahun 6 Bulan untuk Sang Ibu
(Foto Kroping Fery Laskari)
Soni dan Lukri

Sonia, ibu bayi dinyatakan terbukti melakukan aborsi bayinya sendiri, dijatuhi vonis 4 tahun dan 6 bulan penjara

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kasus aborsi bayi yang dilakukan pasangan bukan muhrim di Sungailiat Bangka, telah berakhir. Sonia, ibu bayi dinyatakan terbukti melakukan aborsi bayinya sendiri, dijatuhi vonis 4 tahun dan 6 bulan penjara. Sedangkan Lukri, ayah bayi, terbukti turut membantu, diganjar vonis lebih ringan, 4 tahun penjara.

Berikut penjelasan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Fatimah diwakili Humas PN Sungaiiat, R Narendra Mohni kepada Bangka Pos, Jumat (25/10/2019). Dipastikan Narendra, Terdakwa Sonia terbukti melanggar Pasal 77A Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Yakni melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan. Terdakwa Sonia secara sah dan meyakinkan. Terbukti bersalah dijatuhi pidana berupa 4 tahun dan 6 bulan kurungan penjara dan denda Rp 200 Juta, subsider kurungan satu bulan," tegas Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Berkas perkara atas nama Terdakwa Sonia ditangani oleh Majelis Hakim PN Sungailiat, masing-masing Dewi Sulistiarini (Ketua Majelis), Arief Kadarmo (Anggota) dan Joni Mauludin (Anggota). Sedangkan bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mario Marco dari Kantor Kejari Bangka. Vonis majelis hakim diterima oleh terdakwa maupun JPU sehingga putusan dianggap memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Sementara itu pada berkas perkara terpisah, Lukri juga diadli dan telah diganjar vonis. Putusan pidana pada Terdakwa Lukri lebih ringan dibanding Sonia. Lukri alias Luk
terbukti melanggar Pasal 77A Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang P
perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 56 Ayat 1 KUHP.

"Yakni sengaja memberi bantuan (pada Terdakwa Sonia) melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan. Lukri divonis 4 tahun denda Rp 200 Juta subsider kurungan 1 bulan," tegas Kiki seraya menyebut, berkas perkara Lukri diajukan ke PN Sungailiat oleh JPU Kejari Bangka, Trian.

Pada kesempatan yang sama Kiki juga mengutip pertimbangan majelis hakim saat menjatuhkan putusan pada perkara tersebut.

"Hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa dianggap tidak menghargai jiwa manusia yang merupakan anaknya sendiri. Sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa sopan selama persidangan dan juga menyesali perbuatanya," kata Kiki.

Dilansir sebelumnya disebutkan kedok ibu dan ayah bayi, pelaku aborsi ini terbongkar karena polisi menemukan jejak di sekitar lokasi kejadian.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved