Kronologi PNS Kementerian PU Tewas Dibunuh Teman Sekantor, Pelaku Sewa Pembunuh Bayaran

aparatur sipil negara, Apriyanita (50), ditemukan tewas dicor di Taman Pemakaman Umum Kandang Kawat Palembang, Jumat (25/1/2019).

Kronologi PNS Kementerian PU Tewas Dibunuh Teman Sekantor, Pelaku Sewa Pembunuh Bayaran
TRIBUNSUMSEL.COM
PNS Tewas Dicor Semen, Pelaku Rekan Sekantor Dibantu Dua Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Pelaku. Yudi pelaku pembunuhan Apriyanita (50) 

Bayar hutang kamu Rp 35 juta. Tapi saya cuma punya uang Rp15 juta," ujarnya.

Merasa tak tenang karena ditagih hutang, tersangka lantas menghubungi pamannya, Novi atau biasa disapa tersangka dengan panggilan Acik.

Dari situlah tersangka mendapat saran untuk menghabisi nyawa korban.

Berdasarkan pengakuannya pula, uang Rp 15 juta yang rencananya akan membayar hutang, justru digunakan tersangka untuk membayar jasa orang-orang yang membantunya membunuh korban.

"Acik ngajak Ilyas. Jadi ada 3 orang yang membunuh korban," ucapnya.

Sebelum dihabisi, korban diajak berkeliling dengan menggunakan mobil.

Di dalam mobil, korban lemas setelah meminum air mineral yang dicampur dengan obat.

Setelah itu, korban dijerat dengan tali tambang hingga meninggal dunia.

Korban sempat meronta dan meminta tolong pada Yudi tetapi tidak digubris.

Untuk menghilangkan jejak, jasad korban diletakkan di TPU Kandang Kawat Palembang.

“Soal penguburannya, saya tidak tahu karena itu urusan Novi dan Ilyas,”kata Yudi.

Dikatakan tersangka, tidak ada kepercayaan khusus yang selama ini diberikan korban terhadapnya.

Namun menurutnya, korban bersedia diajak bekerja sama dalam bisnis karena mereka sempat bekerja di satu kantor yang sama yakni di satua kerja (Satker) wilayah III PU sejak tahun 2014.

"Waktu satu kantor itu, meja kerja kami bersebelahan. Kemudian saya pindah di wilayah I dan korban tetap di tempat yang lama," ujarnya.

Sedangkan tersangka Ilyas Kurniawan (26), mengaku dirinya yang mencekik leher korban dengan tali tambang hingga tewas.

"Tali tambang itu saya dapat dari Yudi. Dia yang langsung kasih dan minta saya untuk mencekik korban," ujarnya.

Diakui pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan itu, dirinya tidak mengetahui akan diajak membunuh.

Dua dari tiga tersangka pembunuh PNS Apriyanita (50) yang mayatkan dicor
Dua dari tiga tersangka pembunuh PNS Apriyanita (50) yang mayatkan dicor (TRIBUNSUMSEL.COM/ SHINTA DWI ANGGRAINI)

Ilyas hanya menerima ajakan dari tersangka Nopi (DPO) untuk pergi menemui seseorang.

"Saya kenal Nopi di kuburan kandang kawat. Soalnya dia kerja gali kubur, sedangkan saya sering nongkrong-nongkrong disana," ucap pria yang tinggal di jalan Rama Kasih III tak jauh dari TPU Kandang Kawat.

Ilyas mengaku saat itu tidak ada pilihan lain baginya selain mengikuti kehendak Yudi dan Nopi.

Berdasarkan pengakuannya, tersangka Yudi juga sempat melotot padanya yang saat itu sangat panik melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

"Setelah saya cekik dari belakang, korban sudah tidak ada gerakan lagi. Kemudian saya diantar dengan mobil ke jalan Aryodila dan diturunkan di sana.

Selanjutnya Yudi dan Nopi pergi membawa jenazah.

Saya tidak tahu mereka bawa kemana," ucapnya.

Usai membunuh, Ilyas mengaku dirinya tidak tenang, meski sudah menerima upah sebesar Rp 4 juta dari tersangka Yudi sebagai uang tutup mulut.

Uang tersebut digunakannya uang membeli minum-minuman keras.

"Saya tidak tega berikan uang itu ke orang tua. Saya habiskan sendiri beli minum-minuman keras untuk melupakan kejadian (pembunuhan) itu," ujarnya.

Tersangka akhirnya dibekuk saat berada di warnet kawasan Rawa Kasih 6 pukul 20.00 WIB.

"Saya menyesal, tidak tahu nantinya bagaimana nasib saya," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul PNS Tewas Dicor Semen, Pelaku Rekan Sekantor Dibantu Dua Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Pelaku

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved