Berita Pangkalpinang

Trauma Tragedi Lion Air, Didit Ajak Anggota DPRD Babel Panjatkan Doa

Enam korban merupakan anggota DPRD Babel yakni, H. Eling Sutikno, Murdiman, Muchtar Rasyid, Dollar, HK. Djunaidi dan Ahmad Mugni.

Trauma Tragedi Lion Air, Didit Ajak Anggota DPRD Babel Panjatkan Doa
bangkapos/Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono dan Wakapolda Kombes Pol Djoko Erwanto serta Pejabat utama lainnya melakukan tabur bunga di laut sebagai penghormatan kepada korban Lion Air JT 610 Sabtu (24/11/2018) diperairan Pasir Padi Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air, JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang tepat setahun lalu yang menewaskan seluruh penumpang menyisakan duka dan trauma yang mendalam bagi seluruh masyarakat dan DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Enam korban merupakan anggota DPRD Babel yakni, H. Eling Sutikno, Murdiman, Muchtar Rasyid, Dollar, HK. Djunaidi dan Ahmad Mugni.

Dua staf DPRD Babel yakni M. Syafei dan Tessa Kausar.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan DPRD Babel tidak melakukan kegiatan acara mengenang para korban. Kecelakaan tragis itu hingga saat ini masih menyimpan trauma bagi DPRD Babel.

"Kita tidak mau melakukan kegiatan atau acara mengenang korban, itu sama saja kita mengulang dan itu trauma bagi kita," ujar Didit Srigusjaya, Senin (28/10/2019).

Dia hanya mengimbau agar para anggota DPRD Babel yang saat ini masih ada untuk tetap semangat. Tak perlu takut menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Kemudian lanjut Didit, anggota DPRD Babel yang saat ini untuk memanjatkan doa kepada para korban.

"Kita doakan agar korban wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan diterima Allah SWT," kata Didit Srigusjaya.

Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menghebohkan publik. Tragedi ini dinilai perlu dikenang agar tak terulang.

Terkait rencana pemerintah propinsi Babel dan DPRD Babel untuk membuat tugu mengenang para korban, diakui Didit Srigusjaya DPRD Babel setuju.

Akan tetapi tahun ini rencana pembangunan tugu peringatan tersebut belum bisa dilakukan.

"Ada keinginan DPRD bikin sebuah tugu peringatan atas musibah ini berbarengan dengan monumen Depati Amir kemarin yg ditetapkan jadi pahlawan nasional. Tapi karena faktor anggaran, pembangunannya ditunda dulu," kata Didit Srigusjaya.

(Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved